Nasional

Rakernas I AJMAN: Jurnalis Masyarakat Adat Siap Rebut Narasi dan Ubah Stigma Negatif

0
×

Rakernas I AJMAN: Jurnalis Masyarakat Adat Siap Rebut Narasi dan Ubah Stigma Negatif

Sebarkan artikel ini
Tampak Rakernas I Asosiasi Jurnalis Masyarakat Adat Nusantara (AJMAN) sedang berlangsung di Lembur Nusantara, Bogor.

Berita Papua, Bogor — Asosiasi Jurnalis Masyarakat Adat Nusantara (AJMAN) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas I) pada 29–30 April 2026 di Lembur Nusantara, Bogor.

Organisasi sayap dari Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) ini mengusung tema “Kedaulatan Informasi dan Inklusi Digital Masyarakat Adat di Era Transformasi Digital”.

Rakernas tersebut menjadi momentum bagi AJMAN untuk mengubah perspektif negatif yang selama ini melekat pada masyarakat adat, sekaligus memperjuangkan hak-hak mereka di tengah arus transformasi digital.

Ketua AJMAN, Apriadi Gunawan, dalam sesi diskusi pers menjelaskan bahwa organisasinya merupakan bagian tak terpisahkan dari pilar keempat demokrasi, khususnya dalam memperjuangkan kedaulatan masyarakat adat di seluruh Indonesia.

“Masyarakat adat sering digambarkan sebagai penghambat pembangunan. Narasi itu harus diluruskan. Masyarakat adat adalah pemilik sah bumi, masyarakat adalah penjaga bumi,” ujar Apriadi tegas, Sabtu (2/5/2026).

Ia menambahkan, klaim negatif terhadap masyarakat adat harus segera dihilangkan. Selama ini, narasi yang dikembangkan berbagai media dinilai sangat jauh dari kenyataan di lapangan. Masyarakat adat sendiri merasakan adanya perspektif yang tidak adil dan tidak akurat.

AJMAN hadir untuk menjadi bagian dari perubahan narasi tersebut. “Kami hadir untuk menunjukkan kehadiran masyarakat adat yang sesungguhnya. AJMAN ada untuk merebut narasi yang negatif menjadi positif,” kata Apriadi.

Stigma yang selama ini mempersepsikan masyarakat adat sebagai kelompok terpinggirkan dan tidak mendapat penilaian baik, menurut AJMAN, harus diubah. Masyarakat adat juga kerap diposisikan sebagai objek dari sebuah peristiwa, bukan sebagai subjek yang aktif.

“Dalam momentum ini, AJMAN akan mencoba mengambil bagian dari setiap peristiwa. Masyarakat adat harus menjadi subjek, bukan objek,” tegasnya.

Kehadiran AJMAN dinilai sangat penting karena mereka dapat bercerita sebagai pelaku sekaligus melaporkan apa yang terjadi di kampung-kampung adat yang selama ini tidak terpantau oleh media-media arus utama.

Dengan semangat Rakernas I bertajuk “Kuasai Narasi, Rebut Gelombang”, AJMAN menyatakan siap menyuarakan setiap dinamika yang terjadi di masyarakat adat.

(Viktor Done)