Berita Papua, Jayapura — Pelatih muda asal Papua, Melkianus Arnesius Papare dipanggil jadi pemateri di Coaching Clinic Askot PSSI Kota Serang di Stadion Maulana Yusuf pada Senin (9/6/2025).
Pelatih berlisensi A Diploma PSSI, Melkianus Arnesius Papare yang juga sebagai pemateri utama dalam coaching clinic tersebut menyampaikan apresiasi.
“Pertama-tama saya mengucap syukur pada Tuhan atas berkat-Nya. Saya bisa diberi hikmat untuk menjalankan kegiatan Coaching Clinic Perserang dan Askot Kota Serang dengan baik, lancar, dan peserta pun sangat antusias,” ujar Melki Papare melalui pesan WhatsApp kepada BeritaPapua.co, (9/6).
Menurut Coach Melki, coaching clinic ini bukan sekadar tentang latihan teknik sepak bola, tetapi juga membentuk karakter dan mentalitas pemain mulai dari usia dini, bertujuan membangun mimpi anak-anak yang dimulai dari lapangan rumput, dengan dukungan penuh dari Askot PSSI Kota Serang terhadap anak-anak SSB.
“Kegiatan tersebut adalah bagian dari persiapan tim Perserang untuk menatap kompetisi baru. Tujuannya merangkul dan melibatkan stakeholder-stakeholder yang ada di Kota Serang,” jelasnya.
Coach Melki menambahkan bahwa coaching clinic ini juga dimaksudkan untuk memberikan materi kepada pelatih lokal sebagai motivasi dan bekal dalam menjalankan pembinaan yang berkualitas.
Ia mengaku sangat senang dengan momen ini karena memberikan kesempatan untuk belajar dan melakukan refleksi sebagai evaluasi diri.
“Saya berharap untuk para coaches pada umumnya untuk selalu belajar dan berani keluar dari zona nyaman dengan mencari tantangan serta hal-hal yang baru,” pesannya kepada para peserta.
Coach Melki juga menyebut pentingnya mengatasi hambatan mental yang seringkali menghalangi perkembangan.
“Kita sebenarnya sangat mampu, tapi faktor malas, minder, dan lain-lain membuat kita takut akan hal yang ingin kita lakukan,” imbuhnya.
Pelatih muda Papua itu juga berpesan kepada seluruh peserta coaching clinic.
“Semakin kita belajar, semakin banyak kekurangan yang kita temui. Di situlah ukuran sesungguhnya diri kita,” pungkasnya.
(Renaldo Tulak)











