Berita Papua, Sentani — National Paralympic Committee (NPC) Kabupaten Jayapura akan menggelar Musyawarah Olahraga Penyandang Disabilitas Kabupaten Jayapura dalam waktu dekat.
Kegiatan konsolidasi organisasi ini direncanakan berlangsung di Kota Sentani, dengan agenda utama menyusun pembinaan atletik dan renang jelang Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (Peparpenas) di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.
Ketua NPC Kabupaten Jayapura, Renaldi Tokoro menjelaskan bahwa pihaknya semula berencana menggelar musyawarah di Istora Papua Bangkit, namun lokasi masih dalam koordinasi dengan Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi Papua.
“Tadinya kami berencana di Istora Papua Bangkit. Kami sedang koordinasi dengan Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi. Kalau ada kesempatan, kami akan laksanakan di Istora Papua Bangkit,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Pada Kamis (16/4/2026), pengurus NPC Jayapura telah bertemu dengan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jayapura dan mendapat tanggapan positif. Setelah itu, pengurus melanjutkan pertemuan dengan Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard Yocku. Komunikasi juga telah dibangun sebelumnya dengan Bupati Jayapura, Yunus Wonda.
“Bapak Bupati sangat baik dan mengarahkan kami untuk koordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga. Harapan kami komunikasi dengan pemerintah daerah dapat mendukung pelaksanaan musyawarah NPC Kabupaten Jayapura,” tuturnya.
Musyawarah olahraga disabilitas tersebut akan berlangsung selama dua hari dan dihadiri 318 anggota NPC Kabupaten Jayapura, dari Sentani Timur hingga Distrik Airu. Agenda yang akan dilaksanakan meliputi laporan pertanggungjawaban, rapat program kerja, pemilihan ketua NPC Kabupaten Jayapura yang baru, dan dilanjutkan dengan pelantikan.
“Harapan kami kegiatan ini harus berjalan sehingga olahraga disabilitas terus hidup. Sebagai olahraga prestasi, tentu ada agenda ke depan yang harus kami laksanakan, baik nasional maupun internasional,” jelas Renaldi.
Renaldi menegaskan pentingnya apresiasi bagi atlet yang telah mengharumkan nama daerah. Sejumlah atlet Kabupaten Jayapura telah berjuang di Peparpenas dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2024 di Solo, Jawa Tengah, serta Peparpenas di DKI Jakarta.
Bahkan, atlet NPC Kabupaten Jayapura berhasil meraih 2 medali perunggu pada Pekan Pelajar Paralimpik Internasional di Qatar dan Dubai.
“Ini prestasi besar sekali. Harapan kami anak-anak Kabupaten Jayapura bisa tampil di luar negeri atau ajang internasional. Itu menunjukkan ada pembinaan olahraga yang baik dari daerah, lebih khusus di Kabupaten Jayapura,” katanya.
Untuk pembinaan ke depan, NPC Jayapura memprioritaskan cabang olahraga terukur, khususnya atletik dan renang, karena menyediakan medali terbanyak. Di Peparnas 2024 Solo, banyak atlet Kabupaten Jayapura dari cabang atletik meraih medali emas.
“Karena dua cabor ini menyediakan medali yang banyak. Kita juga tidak lepas dari kondisi negara yang hari ini melakukan efisiensi anggaran. Sehingga atlet yang memang betul-betul mampu meraih medali itu yang kami siapkan,” jelasnya.
Meski demikian, pembinaan 12 cabang olahraga lain di bawah NPC Kabupaten Jayapura tetap berjalan. Terkait renang, Renaldi menyoroti kondisi Kolam Renang Akuatik Kampung Harapan yang beberapa bulan tidak dipakai.
“Itu juga menjadi hambatan tersendiri. Kalau tidak pakai kolam renang di Akuatik, kami pakai kolam renang yang ada di 751 atau di Tirta, Abepura. Kolam renang ini kami pakai untuk mengukur kemampuan atlet cabor renang,” pungkasnya
(Yan Mofu)











