Berita Papua, Manokwari — WWF Indonesia Program Papua menerima penghargaan dari Gubernur Papua Barat atas kontribusinya dalam upaya translokasi, pelepasliaran, dan pelestarian satwa endemik Papua. Penghargaan tersebut diserahkan bertepatan dengan acara Pelepasliaran Satwa Sitaan dalam rangka Hari Bakti Kehutanan Ke-43 di kawasan Pegunungan Kwau, Distrik Mokwam, Kabupaten Manokwari, Rabu (11/3/2026).
Kawasan Pegunungan Kwau dikenal sebagai salah satu habitat alami sekaligus penyangga ekosistem bagi berbagai satwa kebanggaan Tanah Papua. Momentum pelepasliaran satwa menjadi momen strategis untuk mengembalikan satwa-satwa endemik ke habitat aslinya guna menjaga keseimbangan ekosistem dan meningkatkan populasi satwa di alam bebas.
Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi Papua Barat terhadap lembaga pelestarian lingkungan yang dinilai berhasil mendukung pelestarian satwa liar serta menjaga kelestarian keanekaragaman hayati di Bumi Cenderawasih.
Head of Forest & Wildlife WWF Indonesia Program Papua, Dr. Wika Rumbiak, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat Daya, serta seluruh instansi terkait atas komitmen tegas mereka dalam melestarikan satwa liar di Tanah Papua.
Menurut Wika, penghargaan ini menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi WWF Indonesia untuk terus memperkuat perlindungan keanekaragaman hayati di Papua Barat.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan konservasi mutlak membutuhkan kerja kolaboratif yang kuat antara pemerintah, masyarakat adat dan lokal, lembaga konservasi, akademisi, hingga sektor swasta.
“Kami percaya bahwa kolaborasi yang kuat dan berbasis pengetahuan akan menjadi fondasi penting untuk memastikan satwa liar ikonik Papua tetap lestari bagi generasi kini dan masa depan,” tegas Wika.
Ia menambahkan, WWF Indonesia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus berjalan bersama menjaga kekayaan alam Tanah Papua sebagai warisan dunia yang tak ternilai.
Ke depannya, WWF Indonesia berkomitmen untuk semakin proaktif mendukung pelestarian satwa melalui langkah-langkah konkret. Fokus utama tersebut meliputi penguatan pemantauan partisipatif bersama masyarakat, pemutakhiran basis data ilmiah, perluasan edukasi dan kampanye publik, serta dukungan penuh terhadap implementasi regulasi konservasi dari pemerintah.
Melalui sinergi yang solid dan berkelanjutan antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga konservasi, dan masyarakat adat setempat, diharapkan benteng perlindungan terhadap satwa liar dan lingkungan hidup di Provinsi Papua Barat akan semakin tangguh di masa mendatang.
Selain WWF Indonesia, penghargaan apresiasi dari Gubernur Papua Barat juga dianugerahkan kepada sejumlah instansi dan lembaga yang dinilai memiliki dedikasi serupa dalam pelestarian satwa endemik. Para penerima penghargaan tersebut meliputi; Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Maluku Utara, BBKSDA Papua Barat Daya, Otoritas Pelabuhan Laut Ternate, Jaringan Satwa Indonesia, dan Wildlife Conservation Society.
(Renaldo Tulak)











