Berita Papua, Yalimo — Tim penanganan bantuan bencana tanggap darurat dan pemulihan Kabupaten Yalimo melakukan peninjauan langsung pembersihan puing-puing kebakaran bangunan akibat kerusuhan rasisme yang terjadi beberapa waktu lalu.
Peninjauan yang dilakukan pada hari ini dipimpin oleh Ketua Tim Penanganan Bantuan Bencana Tanggap Darurat dan Pemulihan Kabupaten Yalimo, didampingi Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kabupaten Yalimo, Didimus Wantik.
Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua II DPRK Kabupaten Yalimo Edy Peyon, Anggota DPRK Kabupaten Yalimo Edison Peyon, serta para kepala distrik yaitu Kepala Distrik Abenaho Herlinus Wandik, Kepala Distrik Elelim Luki Kepno, Kepala Distrik Apalapsili, dan Kepala Distrik Benawa.
Tim tidak hanya melihat proses pembersihan puing-puing kebakaran bangunan kios, ruko, dan toko menggunakan alat berat, tetapi juga meninjau pelayanan di Rumah Sakit Erdi Dabi Elelim dan Puskesmas Elelim.
Ketua II DPRK Kabupaten Yalimo Edy Peyon menyatakan bahwa pihaknya bersama anggota DPRK Yalimo dan tim penanganan telah melihat langsung proses pembersihan puing-puing bangunan kios, ruko, toko, dan rumah tempat tinggal warga Nusantara dan OAP di ibu kota Kabupaten Yalimo.
“DPRK Kabupaten Yalimo mengawal situasi yang terjadi bersama-sama dengan Pemerintah Kabupaten Yalimo,” ujar Edy Peyon usai meninjau pembersihan puing-puing kerusuhan di Distrik Elelim, Kamis (25/9/2025)
Dia berharap masyarakat dapat tenang, terutama masyarakat Nusantara yang mengungsi ke Wamena, Jayapura, dan daerah lainnya, karena situasi sudah mulai kondusif.
Edy Peyon mengimbau masyarakat untuk kembali melaksanakan aktivitas sehari-hari di Kabupaten Yalimo seperti biasa. Dia juga meminta kepada pihak-pihak yang menyebarkan hoaks atau isu-isu tidak benar untuk menghentikan aksinya.
“Berharap teman-teman yang membangun hoaks atau isu-isu tidak benar berhenti dan memberikan informasi yang benar kepada publik agar menjaga kondisi keamanan di Kabupaten Yalimo,” tegasnya.
DPRK Kabupaten Yalimo menyatakan dukungannya kepada tim kabupaten yang telah dibentuk dan diketuai oleh Asisten I Setda Didimus Wandik.
“Kita bergandengan tangan, siapa saja kami mendukung Pemerintah Daerah Kabupaten Yalimo dalam melakukan pemulihan kembali di daerah ini,” pungkas Edy Peyon.
Diketahui, Kerusuhan rasisme yang terjadi di Kabupaten Yalimo, Provinsi Papua Pegunungan, telah menyebabkan kerusakan berbagai bangunan dan memaksa sejumlah warga untuk mengungsi ke kabupaten Jayawijaya.
(Redaksi)











