Berita Papua, Jakarta — Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa dan Bupati terpilih Kabupaten Mimika, Johannes Rettob menyatakan kesiapan mereka untuk menyukseskan acara pentahbisan Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Dr. Bernardus Bofitwos Baru.
Pertemuan antara kedua pemimpin ini berlangsung pada Senin (17/3) di Jakarta, menyusul penunjukan Johannes Rettob sebagai Ketua Umum Panitia Misa dan Perayaan Tahbisan Uskup Bernardus.
Acara pentahbisan tersebut rencananya akan digelar di Gereja Katedral Tiga Raja Timika pada Rabu, 14 Mei 2025. Gubernur Nawipa menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan oleh Keuskupan Timika, Dewan Pastoral, dan umat Katolik kepada Johannes Rettob untuk memimpin acara tersebut.
“Saya berharap tugas ini dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab sebagai bentuk keterlibatan pemerintah dalam menyukseskan agenda gereja,” ujar Nawipa.
Gubernur Nawipa juga mengungkapkan rasa syukurnya atas terpilihnya Mgr. Bernardus Baru sebagai Uskup baru Keuskupan Timika.
“Ini adalah karya agung Tuhan dan jawaban atas doa umat Katolik, khususnya di Keuskupan Timika. Kami bersyukur bahwa setelah lima tahun lebih kekosongan pimpinan, akhirnya umat Katolik di Timika memiliki Uskup baru yang merupakan putra asli Papua,” kata Nawipa.
Mgr. Bernardus Baru, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) Fajar Timur di Abepura, diangkat oleh Paus Fransiskus pada Sabtu, 8 Maret 2025. Ia menggantikan mendiang Uskup John Philip Saklil, yang meninggal pada Agustus 2019. Nawipa menegaskan bahwa pemerintah Provinsi Papua Tengah siap mendukung penuh acara pentahbisan ini.
“Kami berharap acara ini berjalan lancar dan sukses, serta menjadi momentum penting bagi umat Katolik di Papua Tengah,” ujarnya.
Sementara itu, Johannes Rettob menyampaikan terima kasih atas dukungan Gubernur Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley.
“Atas nama panitia, saya mengucapkan terima kasih atas doa dan dukungan dari pemerintah provinsi. Kami akan terus berkoordinasi untuk memastikan kesuksesan acara ini,” kata Rettob.
Profil Mgr. Bernardus Baru
Mgr. Bernardus Baru lahir pada 22 Agustus 1969 di Dusun Bakrabiy, Distrik Mare, Papua Barat. Ia menempuh pendidikan dasar di SD YPPK Suswa dan SMP Santo Don Bosco di Fakfak, kemudian melanjutkan ke SMA Agustinus di Sorong. Setelah menyelesaikan studi teologi di STFT Fajar Timur, Abepura, ia meraih gelar doktor dalam bidang Misiologi dari Universitas Kepausan Urbanum di Roma, Italia, pada tahun 2017.
Sebelum diangkat sebagai Uskup, Mgr. Bernardus menjabat sebagai Superior Ordo Santo Agustinus (OSA) di Keuskupan Manokwari-Sorong dan Ketua STFT Fajar Timur. Penunjukannya sebagai Uskup Timika diharapkan membawa angin segar bagi umat Katolik di wilayah Keuskupan Timika, yang mencakup beberapa dekanat seperti Mimika-Agimuga, Moni-Puncak Jaya, Paniai, Kamuu-Mapia, Teluk Cendrawasih, dan Tigi.
Keuskupan Timika, yang meliputi wilayah-wilayah strategis di Papua Tengah, memiliki tantangan pastoral dan sosial yang kompleks. Dengan terpilihnya Mgr. Bernardus, diharapkan terjadi peningkatan pelayanan gerejawi dan kesejahteraan umat. Dukungan penuh dari pemerintah provinsi dan kabupaten, serta partisipasi aktif umat Katolik, menjadi kunci sukses acara pentahbisan ini.
“Kami berharap Mgr. Bernardus dapat membawa perubahan positif bagi umat Katolik di Timika dan sekitarnya. Ini adalah momentum penting bagi kita semua,” pungkas Gubernur Nawipa.
(Arianda)











