Papua Tengah

Persiapan Mudik Lebaran, UPBU Douw Aturure Siapkan Posko dan Koordinasi dengan Instansi Terkait

1
×

Persiapan Mudik Lebaran, UPBU Douw Aturure Siapkan Posko dan Koordinasi dengan Instansi Terkait

Sebarkan artikel ini

Berita Papua, Nabire — Menjelang momen mudik Lebaran 2025, UPBU (Unit Penyelenggara Bandar Udara) Douw Aturure, Nabire, telah melakukan sejumlah persiapan untuk memastikan kelancaran arus perjalanan penumpang.

Kasubag Tata Usaha UPBU Douw Aturure, Rahmad Razaki, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan berbagai stakeholder pada tanggal 6 Maret 2025, dan hari ini kembali menggelar rapat bersama instansi teknis guna memantapkan persiapan menyambut arus mudik Lebaran.

“UPBU Douw Aturure saat ini masuk dalam 60 bandara yang menjadi pemantauan nasional terkait arus mudik Lebaran,” ujar Rahmad usai rapat koordinasi yang digelar di kantor bandara udara Nabire.

Rahmad menjelaskan bahwa persiapan yang dilakukan meliputi self-assessment terkait fasilitas operasional dan pelayanan.

“Kami telah melakukan self-assessment sesuai instruksi dari Direktorat Bandar Udara, yang kemudian disampaikan ke seluruh unit penyelenggara bandara di Indonesia, baik UPBU maupun Angkasa Pura,” jelasnya.

Selain itu, posko pemantauan akan disiapkan di bandara, tepatnya di dekat pintu keberangkatan.

“Seluruh unit di UPBU akan dilibatkan dalam posko ini. Kami juga berkoordinasi dengan stakeholder seperti Dinas Perhubungan Provinsi dan Kabupaten, Satpol PP, Balai Kesehatan Pelabuhan, Karantina, Badan Usaha Angkutan Udara, serta Kepolisian,” tegas Rahmad.

Menanggapi potensi lonjakan penumpang, Rahmad menyatakan kesiapan UPBU Douw Aturure untuk menambah jumlah maskapai penerbangan.

“Jika ada lonjakan penumpang dan dibutuhkan penerbangan tambahan, kami siap memfasilitasinya,” tegasnya.

Saat ini, maskapai yang melayani rute ke wilayah barat dari Nabire adalah Sriwijaya Air dengan pesawat seri 500 dan Lion Air Group dengan pesawat ATR 72. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada tanggal 27 Maret 2025, sementara arus balik diperkirakan mencapai puncaknya pada tanggal 6 April 2025.

(Arianda)