Papua Tengah

Puluhan Ribu Warga Nduga Sambut Bupati dan Wakil Bupati Baru di Kenyam

284
×

Puluhan Ribu Warga Nduga Sambut Bupati dan Wakil Bupati Baru di Kenyam

Sebarkan artikel ini
Tampak antusias warga Kabupaten Nduga, menyambut Bupati dan Wakil Bupati terpilih mereka, Dinar Kelnea, S.Sos dan Yoas Beon, S.IP saat tiba di distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, provinsi Papua Pegunungan.

Berita Papua, Kenyam — Puluhan ribu warga Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, memadati Kota Kenyam untuk menyambut Bupati dan Wakil Bupati terpilih mereka, Dinar Kelnea dan Yoas Beon Keduanya resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 di Istana Kepresidenan untuk masa jabatan 2025-2030.

Kedatangan pasangan pemimpin baru ini disambut meriah oleh warga dengan tarian tradisional dan iringan ribuan masyarakat menuju kantor bupati. Di sana, dilakukan serah terima jabatan dari Penjabat Bupati Nduga sebelumnya, Elai Giban, serta serah terima kepengurusan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dari Ny. Rode Nirigi Giban kepada Ny. Ona Mince Mofu Kelnea.

Acara serah terima jabatan diikuti oleh syukuran yang dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Dandim dan Kapolres Nduga, pimpinan organisasi perangkat daerah, tokoh agama, tokoh adat, serta perwakilan masyarakat dari berbagai kalangan.

Dalam sambutannya, Bupati Nduga, Dinar Kelnea, mengucapkan syukur atas terpilihnya dirinya dan Wakil Bupati Yoas Beon dalam Pilkada Nduga pada 27 November 2024.

“Kami bersyukur kepada Tuhan karena penyertaan-Nya, kami bisa terpilih dan berdiri di sini hari ini. Kami juga berterima kasih kepada seluruh masyarakat Nduga dan Pemkab Nduga atas dukungannya,” ujar Dinar Kelnea.

Dinar juga menyampaikan apresiasi kepada mantan Penjabat Bupati Nduga, Elai Giban, yang telah memastikan Pilkada berjalan lancar dan aman. Ia menegaskan komitmennya untuk memimpin seluruh masyarakat Nduga tanpa membeda-bedakan.

“Kami adalah Bupati dan Wakil Bupati untuk semua masyarakat Nduga di 32 Distrik dan 248 kampung. Tidak boleh ada lagi konflik antarmasyarakat. Kita harus bersatu membangun Nduga dengan damai dan sejahtera,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Nduga, Yoas Beon, mengakui bahwa membangun daerah seperti Nduga tidaklah mudah.

“Membangun Nduga gampang-gampang susah. Jika kita saling memahami, maka akan mudah. Namun, jika tidak, akan menjadi sulit,” ujarnya.

Yoas Beon menegaskan bahwa dalam 100 hari kerja pertama, mereka akan fokus pada penanganan masalah mendesak, termasuk pelantikan anggota DPRD Nduga terpilih periode 2024-2029 yang belum dilaksanakan.

Yoas Beon juga menyoroti pentingnya rekonsiliasi dalam dua bulan ke depan, dengan fokus pada tiga aspek utama: adat, agama, dan pemerintah.

“Kita harus membenahi masalah pengungsi, penerangan, dan telekomunikasi. Tanpa akses internet yang memadai, pegawai seringkali kesulitan bekerja,” jelasnya.

Selain itu, pasangan Dinar dan Yoas berkomitmen untuk membenahi sektor pendidikan dan kesehatan.

Ia juga menekankan pentingnya pemetaan aset daerah untuk menghindari monopoli dan memastikan pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan perumahan rakyat berjalan lancar.

“Pendidikan tidak boleh dijadikan bisnis. Kita harus memastikan transparansi dalam pengelolaan beasiswa dan kebutuhan tenaga kesehatan,” pungkas Yoas Beon.

(Redaksi)