Papua Tengah

Gubernur Papua Tengah Apresiasi Kinerja Pj Bupati Puncak Jaya Atas Keberhasilan Mediasi Konflik Pilkada

44
×

Gubernur Papua Tengah Apresiasi Kinerja Pj Bupati Puncak Jaya Atas Keberhasilan Mediasi Konflik Pilkada

Sebarkan artikel ini
Tampak Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa dan Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley bersama para pihak untuk bersepakat berdamai.

Berita Papua, Nabire — Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa secara khusus menyampaikan apresiasi tinggi kepada Penjabat (Pj) Bupati Puncak Jaya, Yopi Murib, atas keberhasilannya memediasi konflik Pilkada yang melibatkan 2 kubu pendukung pasangan calon. Ucapan terima kasih tersebut disampaikan Gubernur dalam konferensi pers di Nabire, Selasa (13/5/2025).

Gubernur Nawipa menilai Yopi Murib sebagai figur kunci yang berhasil mengoordinasikan berbagai pihak untuk meredakan ketegangan pascakonflik Pilkada. Mediasi tersebut mencapai puncaknya dengan digelarnya ritual adat Belah Kayu Doli di halaman Kantor Bupati Puncak Jaya, Senin (12/5/2025), yang menandai berakhirnya permusuhan antara pendukung Paslon nomor urut 1 Yuni Wonda-Mus Kogoya dan Paslon nomor urut 2 Miren Kogoya-Mendi.

“Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pj Bupati Yopi Murib, putra terbaik Suku Lani, yang telah bekerja keras hingga konflik ini bisa diselesaikan dengan damai,” kata Nawipa.

Konflik Pilkada Puncak Jaya sebelumnya telah menimbulkan korban jiwa dan material yang signifikan, dengan 14 orang meninggal dunia dan lebih dari 600 orang luka-luka. Gubernur Nawipa menekankan bahwa perdamaian ini menjadi langkah awal untuk memulihkan stabilitas dan keamanan.

“Nyawa tidak bisa digantikan dengan harta atau jabatan. Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tegasnya.

Nawipa juga menyoroti kebesaran hati kedua pasangan calon yang menerima keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada 7 Mei 2025 dan bersedia berdamai.

“Hari ini cuaca cerah, tanda bahwa gelap telah berlalu. Masyarakat Puncak Jaya harus bersatu ke depan,” ujarnya.

Yopi Murib, yang menjadi garda terdepan dalam proses perdamaian, dinilai berhasil menciptakan ruang dialog antara kedua kubu. Ritual Belah Kayu Doli tidak hanya menyimbolkan rekonsiliasi, tetapi juga menegaskan komitmen untuk mengakhiri segala bentuk pertikaian politik.

Gubernur Nawipa menegaskan bahwa Puncak Jaya kini harus fokus pada pembangunan dan pemulihan pascakonflik.

“Tidak boleh ada lagi perpecahan. Pemerintahan ini akan terus berjalan, dan generasi baru akan memimpin daerah ini dengan lebih baik,” pungkasnya.

(Arianda)