Papua Tengah

“Hentikan Polusi Plastik”, Papua Tengah Gelar Aksi Bersih-bersih di Hari Lingkungan Hidup

16
×

“Hentikan Polusi Plastik”, Papua Tengah Gelar Aksi Bersih-bersih di Hari Lingkungan Hidup

Sebarkan artikel ini

Berita Papua, Jayapura — Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggelar puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2025 di Terminal Pasar Oyehe, Nabire, Kamis (5/6/2025). Acara ini mengangkat tema “Hentikan Polusi Plastik” sebagai seruan global untuk mengatasi krisis plastik yang mengancam ekosistem dan kesehatan manusia.

Dalam sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Hanif Faisal Nurofiq yang dibacakan Staff Ahli III Herman Kayame, dijelaskan bahwa polusi plastik menjadi ancaman besar dalam kehidupan saat ini, selain perubahan iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati.

“Dunia saat ini memproduksi 400 juta ton plastik setiap tahunnya, dan hanya 10 persen yang didaur ulang. Sisanya telah mencemari sungai, tanah, laut, bahkan terdeteksi dalam rantai makanan manusia,” ungkap Herman saat membacakan sambutan menteri.

Data yang disampaikan menunjukkan kondisi Indonesia yang mengkhawatirkan terkait pengelolaan sampah plastik. Timbunan sampah nasional pada tahun 2023 mencapai 56,6 juta ton, dengan hampir 20 persen di antaranya merupakan sampah plastik.

“Tanpa penanganan serius, tempat pembuangan akhir (TPA) di seluruh negeri diperkirakan akan penuh pada tahun 2028,” kata Herman mengingatkan.

Tema “Hentikan Polusi Plastik” dipilih sebagai bentuk seruan global yang menegaskan pentingnya aksi kolektif untuk menghentikan krisis plastik yang semakin mengancam ekosistem dan kesehatan manusia. Peringatan ini sejalan dengan upaya Indonesia dalam mengatasi masalah sampah plastik yang terus meningkat.

Sebagai bentuk komitmen nyata, kegiatan ditutup dengan aksi bersih-bersih sampah plastik di sekitar lokasi acara. Aksi ini melibatkan berbagai pihak sebagai wujud komitmen bersama dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup di Provinsi Papua Tengah.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni setiap tahun diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Papua Tengah tentang pentingnya menjaga lingkungan, khususnya dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan meningkatkan upaya daur ulang sampah plastik.

(Arianda)