Papua Tengah

Redaktur Tempo Kunjungi Pameran Foto Jurnalistik di Festival Media Se-Tanah Papua

0
×

Redaktur Tempo Kunjungi Pameran Foto Jurnalistik di Festival Media Se-Tanah Papua

Sebarkan artikel ini
Tampak Redaktur Senior Tempo, Sunudyantoro (kanan) sedang berbincang-bincang bersama Koordinator Pameran Foto Jurnalis, Agus Zeth Tanati di pameran foto jurnalistik Festival Media Se-Tanah Papua di Nabire.

Berita Papua, Nabire — Redaktur Senior Tempo, Sunudyantoro, menyempatkan diri mengunjungi pameran foto jurnalistik yang menampilkan 150 karya visual dalam Festival Media Se-Tanah Papua Perdana di Kabupaten Nabire, Kamis (15/1/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan usai ia menjadi narasumber workshop “Investigasi di Papua: Tantangan Khusus dan Cara Mengatasinya”.

Pameran yang menjadi salah satu agenda utama festival yang diselenggarakan 13-15 Januari 2026 ini menampilkan dokumentasi visual beragam peristiwa dan isu aktual di Tanah Papua. Karya-karya yang dipamerkan merupakan hasil liputan para jurnalis yang bertugas di enam provinsi di Tanah Papua.

Koordinator Pameran Foto Jurnalis, Agus Zeth Tanati, menjelaskan bahwa foto-foto yang ditampilkan merupakan hasil kerja jurnalistik sekaligus karya sebagai pewarta foto Indonesia. Sebagian besar mendokumentasikan berbagai peristiwa penting, mulai dari kunjungan kepala daerah, aksi demonstrasi, hingga liputan isu lingkungan, olahraga, pendidikan, dan kesehatan.

“Foto-foto yang ditampilkan di pameran festival yang diinisiasi oleh AWP ini adalah foto-foto selama saya liputan sebagai jurnalis dan juga sebagai pewarta foto Indonesia,” ujar Tanati.

Ia berharap pameran foto jurnalistik dapat menjadi tradisi dalam festival-festival mendatang dengan skala yang lebih besar. Ia mengajak rekan-rekan jurnalis untuk bersama-sama menampilkan hasil karya liputan mereka.

“Harapan saya untuk ke depan, teman-teman bisa sama-sama tampilkan karya-karya kita selama liputan sebagai jurnalis,” katanya.

Lebih ambisius lagi, Tanati mengusulkan pembuatan buku foto khusus untuk jurnalis Papua sebagai dokumentasi permanen karya-karya fotografi jurnalistik dari Tanah Papua.

“Kita harus tahun depan atau tahun akan datang membuat pameran yang lebih besar lagi dengan membuat buku foto untuk teman-teman jurnalis Papua, supaya karya-karya itu bisa kita lihat selama kita jadi jurnalis di Tanah Papua,” ungkapnya.

Dalam workshop yang disampaikannya, Sunudyantoro mendorong para jurnalis di Papua untuk secara rutin memproduksi karya jurnalistik investigatif. Ia merekomendasikan setidaknya 1 hingga 2 karya investigasi diproduksi setiap tahun oleh masing-masing jurnalis.

Pameran foto jurnalistik ini menjadi salah satu dari rangkaian kegiatan Festival Media Se-Tanah Papua perdana yang diinisiasi Asosiasi Wartawan Papua (AWP). Festival yang dihadiri 1.132 peserta ini juga menampilkan berbagai agenda lain, termasuk pelatihan jurnalistik, workshop jurnalisme lingkungan, talk show, dan puncaknya malam penganugerahan Papua Jurnalistik Award 2026.

Kehadiran Sunudyantoro sebagai praktisi senior dari media nasional memberikan perspektif baru dan motivasi bagi jurnalis-jurnalis Papua dalam mengembangkan kualitas karya jurnalistik, baik dalam bentuk tulisan maupun visual.

(Renaldo Tulak)