Papua

Kehadiran FSBDSOAP Untuk Perlindungan Pekerja OAP

2
×

Kehadiran FSBDSOAP Untuk Perlindungan Pekerja OAP

Sebarkan artikel ini
foto bersama usai rapat DPP FSBDSOAP

Jayapura, Beritapapua.co — Federasi Serikat Buruh Demokrasi Seluruh Orang Asli Papua (FSBDSOAP) menggelar rapat sosialisasi dan konsolidasi organisasi Dewan Pengurus Pusat (DPP) FSBDSOAP Provinsi Papua, di sekretariat sementara Jalan Ifar Gunung, Sentani, Kabupaten Jayapura pada Sabtu (9/11/2019).

Menurut Ketua Umum FSBDSOAP Papua, Kope Wenda menyatakan melalui rapat konsidasi ini sebagai tindak lanjut organisasi ini dalam membangkitkan solidaritas pekerja Orang Asli Papua (OAP) di atas tanah ini.

“FSBDSOAP hadir untuk memberikan perlindungan kepada pekerja OAP serta membangkitkan solidaritas pekerja OAP, ” Kata Kope Wenda Sabtu Sore.

Ditambahkan, kehadiran FSBDSOAP juga untuk mendukung kebijakan Gubernur Papua, Lukas Enembe dalam kebijakan pembangunan pemerintah pusat di Papua dengan memberdayakan orang asli Papua.

“FSBDSOAP akan memperjuangkan para pekerja orang asli Papua yang memenuhi kriteria untuk dapat menempati posisi-posisi strategis di perusahaan BUMN/BUMD atau swasta yang ada di Papua,” Ujarnya.

FSBDSOAP ini juga telah berbadan hukum dan terdaftar di Kementerian Dalam Negeri RI dan kepengurusan FSBDSOAP kini telah terbentuk di 29 kabupaten dan satu kota di Papua.

Sehingga kata Kope, dalam waktu dekat DPP FSBDSOAP akan menggelar rapat internal membahas pelaksanaan pelantikan pengurus organisasinya. Kemudian baru pengurus merencanakan program kerja dan target yang akan dicapai dalam jangka pendek dan jangka panjang. Termasuk langkah yang akan diambil mengadvokasi buruh orang asli Papua saat ada masalah.

“Kami juga sambil menunggu Raperdasus buruh yang telah disahkan DPR Papua dan Pemprov Papua. Raperdasus itu kini tingga menunggu registrasi dari Kementerian Dalam Negeri,” tandasnya.

Sekjen Barisan Merah Putih (BMP), Yonas Nusy yang hadir dalam rapat sosialisasi dan konsolidasi organisasi Dewan pengurus pusat DPP FSBDSOAP Provinsi Papua menyatakan mendukung hadirnya organisasi tersebut.

“Organisasi ini merupakan bagian dari munculnya kesadaran orang asli Papua akan pentingnya proteksi terhadap pekerja asli Papua dan hak-haknya. Termasuk profesi apa saja yang dilakukan dan wajib hukumnya dilindungi. Semakin banyak serikat buruh, para pekerja semakin mendapat perlindungan,” kata Yonas Nusy.

Pihaknya berharap kehadiran FSBDSOAP semakin menyadarkan orang asli Papua pentingnya membangun solidaritas antara pekerja asli Papua, sebagai wadah pemersatu memperjuangkan dan melindungi hak-hak OAP.

Kedepan juga ia sangat membutuhkan komunikasi yang baik dengan Dinas tenaga kerja baik di Kabupaten/kota maupun Provinsi terutama pegawai pengawas.

” Pegawai pengawas ini perlu di lakukan kordinasi yang di dalamnya akan di bekali dengan teknik-teknik dari pihak pengusaha.Selain itu ada beberapa perusahan besar di Papua yang mesti menjadi perhatian, misalnya PT Freeport Indonesia atau perusahaan sawit di Papua,” ujarnya.

 (Red/Adith)