Papua

Pembangunan infrastruktur BTS 4G daerah Tolikara diminta dukungan semua pihak

6
×

Pembangunan infrastruktur BTS 4G daerah Tolikara diminta dukungan semua pihak

Sebarkan artikel ini
Pembangunan infrastruktur BTS 4G
Bupati Tolikara serta Kadis Kominfo saat meninjau lokasi pembangunan infrastruktur Base Transceiver Station BTS 4G

BeritaPapua.co, Tolikara — Saat ini era digital dimana suatu masa yang sudah mengalami perkembangan dalam segala aspek kehidupan menjadi serba digital. Perkembangan era digital juga terus berjalan tanpa henti. Karena sebenarnya masyarakat sendiri yang meminta dan menuntut segala sesuatu menjadi lebih praktis dan efisien. Namun tentu ada beberapa dampak yang akan diterima dengan era digital tersebut.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Kominfo Tolikara, Derwes Yikwa usai menerima surat pelaksanaan survey terhadap kandidat lokasi pembangunan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) 4G di daerah Tolikara, Papua, Jumat (9/4/21).

Menurutnya dampak positif era digital adalah Informasi yang dibutuhkan dapat lebih cepat dan lebih mudah dalam mengaksesnya. Dan juga tumbuhnya inovasi dalam berbagai bidang yang berorentasi pada teknologi digital yang memudahkan proses dalam pekerjaan kita.

“Misalnya dibidang Pendidikan bagi anak-anak pelajar dari semua tingkatan SD, SMP, SMA dan Perguruan tinggi jaman now (sekarang), internet seakan-akan jadi kebutuhan dan gaya hidup masa kini. Mereka banyak bisa belajar jarak jauh melalui zoom disaat pandemi covid-19. Selain itu bisa akses berbagai informasi lewat internet,” Ujarnya.

Dampak positif lainnya bagi pelaku usaha dibidang apa saja, bisa berjualan melalui media sosial online dan media digital lainnya. Semua dipermudah dengan akses internet.

Namun Ia mengakui tidak terlepas dari sisi buruknya misalnya; Membutuhkan media sebagai tempat untuk mengaksesnya seperti handphone, tablet, dan juga computer atau laptop yang membutuhkan biaya untuk membelinya. Jika tidak dilengkapi atau tidak dibekap dengan baik, rawan diretas atau memungkinkan untuk terkena virus. Bahkan membutuhkan jaringan internet untuk mengakses ataupun mengunduhnya, sehingga dibutuhkan jaringan yang stabil. Kurangnya kenyamanan dalam membaca jika dibandingkan dengan buku tercetak. Membutuhkan biaya untuk jaringan internet selama pengaksesan atau pengunduhannya. Perangkat elektronik jika terlalu lama digunakan dapat mengganggu fungsi indera penglihatan manusia.

Walau demikian perkembangan digital menjadi labah – labah dunia yang sulit untuk mengurai dan menjadi zunami yang sangat dasyat dan tidak bisa dihentikan sampai disudut dunia manapun. Karena itu Infrastruktur akses internet yang dibangun Pemerintah pada daerah – daerah tertinggal, terjauh dan terluar yang disebut 3T salah satunya daerah Tolikara mesti didukung semua pihak, Agar manfaat dirasakan semua lapisan masyarakat.

Apalagi saat ini pandemi virus corona membuat interaksi fisik terbatas disemua negara termasuk indonesia. Karena itu transformasi interaksi virtual menjadi penting. Transformasi digital tidak akan terwujud apabila infrastruktur tidak memadai. Karena itu penyiapan infrastruktur digital yang digelontorkan Pemerintah melalui APBN ini mesti didukung semua pihak.

(Red)