BeritaPapua.co, Jayapura — “Peserta yang daftar di kami di lomba hias Pondok Natal tahun ini yang memperebutkan piala tetap sebanyak 360 pondok atau peserta pondok Natal untuk seluruh 5 wilayah Adat.”
Hal tersebut disampaikan ketua Panitia, Gazali Husin Renngiwur kepada wartawan, Kamis (16/12/2021) malam usai teknikal meeting bersama para peserta di Jayapura.
Demikian lomba yang digelar oleh Pemuda Papua Cinta Damai yang diikuti oleh 360 peserta dari 5 wilayah Adat berasal dari 9 Kabupaten/ Kota diantaranya :
1. Kota Jayapura (63 Peserta)
2. Kabupaten Jayapura (15 Peserta)
3. Kabupaten Keerom (23 Peserta)
4. Kabupaten Merauke (50 Peserta)
5. Kabupaten Jayawijaya (50 Peserta)
6. Kabupaten Mimika (30 Peserta)
7. Kabupaten Nabire (50 Peserta)
8. Kabupaten Biak (38 Peserta)
9. Kabupaten Kepulauan Yapen (41 Peserta)
Gazali juga menambahkan bahwa lomba tersebut akan menghasilkan 10 besar pemenang dari masing-masing Daerah dan dewan juri di Wilayah akan menentukan juara 1, 2, 3 dan harapan 1, 2, 3 serta juara favorit dengan hadiah puluhan juta rupiah
“Juara 1 sendiri sudah disampaikan oleh bapak Yunus dalam sambutan tadi, hadiah juara 1 Rp.70.000.000, juara 2 Rp. 60.000.000 juara 3 Rp. 50.000.000 dan seterusnya ini hadiahnya cukup menarik,” ungkapnya.
Lomba hias pondok Natal tersebut, panitia melibatkan berbagai kalangan dari baik panitia maupun dewan juri untuk menjaga profesionalitas penilaian dan independensi sehingga lomba tersebut benar-benar menghasilkan juara terbaik.
“Bukan hanya panitia saja, juri juga ada yang dari unsur Muslim, ada kalangan professional. Kami melibatkan juga di Provinsi ini dari teman-teman dosen Institute Budaya Indonesia Papua, nanti ada teman-teman dari dosen ISBI yang nanti juga terlibat dalam kegiatan penilaian untuk menentukan juara lomba hias pondok Natal,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua 1 DPR Papua, Yunus Wonda mengatakan bahwa pihaknya dalam menyelenggarakan lomba tersebut untuk menyambut Natal dan Tahun Baru, dimana panitianya tergabung dari berbagai unsur pemuda lintas Agama yang berasal dari Agama Islam dan Kristen.
“Kami mengangkat panitia adalah dari teman-teman Ansor dari muslim, yang menjadi panitia gabungan panitia di sana, ada pemuda Kristen, Muslim sama-sama masuk dalam satu panitia untuk menyelenggarakan acara hias pondok Natal,” kata Yunus Wonda
Selaku Donatur Utama dalam penyelenggaraan lomba tersebut, Yunus Wonda juga mengatakan bahwa tujuan dari lomba hias pondok Natal yang melibatkan berbagai unsur pemuda lintas Agama agar tidak ada lagi perbedaan untuk melakukan sebuah perubahan.
“Kami ingin supaya Papua ini tidak boleh, ada perbedaan-perbedaan, perbedaan kamu dari Suku ini, kamu dari Ras ini, kamu dari Agama ini itu tidak boleh ada, kami mau seluruh pemuda bersatu untuk bagaimana kita melihat perubahan, kita melihat apa yang harus dilakukan untuk satu perubahan di Papua dengan baik tanpa ada perbedaan,” harapnya.
(Naldo)











