Papua

Ini Gagasan Supriadi Laling Setelah Resmi Terpilih Jadi Ketua Dekopinda Kota Jayapura

4
×

Ini Gagasan Supriadi Laling Setelah Resmi Terpilih Jadi Ketua Dekopinda Kota Jayapura

Sebarkan artikel ini
IMG 20230211 WA0010
Ketua Dekopinda Kota Jayapura, H. Supriadi Laling

BeritaPapua.co, Jayapura — H. Supriadi Laling secara resmi terpilih menjadi ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Jayapura.

Supriadi terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar di Hotel @Hom Premier Horison, Abepura, Kota Jayapura pada Sabtu 11 Februari 2023.

Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) provinsi Papua, Paskalis Kossay mengatakan, sejak 20 tahun lalu belum aktif secara maksimal masih macet-macet sehingga harus dikembangkan.

Paskalis berharap dengan dilantiknya Supriadi Laling sebagai ketua, Dekopinda dapat menghidupkan kembali koperasi sehingga berjalan sesuai amanat undang-undang

“Terima kasih kepada Supriadi Laling yang bersedia menerima tanggung jawab untuk menggerakkan koperasi-koperasi di Kota Jayapura. Dengan diketuai Supriadi Laling yang Luar Biasa koperasi di Kota Jayapura akan berkembang kita tahu dia adalah generasi muda yang punya potensi menggerakkan ekonomi ini sungguh luar biasa,” ucapnya.

IMG 20230211 WA0066
Supriadi Laling saat dilantik secara resmi jadi Ketua Dekopinda Kota Jayapura

Sementara itu, Ketua Dekopinda Kota Jayapura, Supriadi Laling mengatakan akan melakukan konsolidasi kepengurusan hingga menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan beberapa gagasan perubahan lainnya.

“Akan melakukan konsolidasi kepengurusan kemudian melaporkan ke Kesbangpol kemudian kita menyiapkan Rakerda dengan mengundang koperasi-koperasi yang ada di kota Jayapura,” ujarnya

Usai melakukan Rakerda nantinya Supriadi akan mengirimkan beberapa anggota Dekopinda Orang Asli Papua untuk melakukan studi banding di Malang, Jawa Timur.

“Makanya setelah kita rapat kerja daerah kita akan mengirim anggota-anggota kita yang termasuk yang kita prioritaskan orang asli Papua untuk bagaimana melakukan studi banding ke Jawa timur,” hal itu digagas Supriadi untuk membangkitkan semangat dan gairah perkoperasian yang ada di kota Jayapura.

IMG 20230211 WA0067
Ketua Dekopinda Kota Jayapura, Supriadi Laling didampingi Ketua Dekopinwil provinsi Papua, Paskalis Kossay bersama jajaran pengurus Dekopinda

Disamping itu, kata Supriadi, dirinya berencana membuat koperasi pertanian dengan menyasar beberapa komoditas pangan.

“Kebetulan kita punya anggota di Dekopinda ini mempunyai lahan ini sekitar 40 hektar. Nah, itu kita akan bergerak di bidang pertanian, tanaman jagung di Koya,” tandasnya.

Supriadi menyampaikan, akan melakukan perubahan dan menertibkan ijin yang berkedok koperasi.

“Hari ini banyak diluar sana yang berkedok koperasi secara ijin itu ijin koperasi tapi pengaktualisasinya itu di lapangan itu yang berdasarkan perusahaan. Jadi ijinnya ijin koperasi tapi koperasi itu bukan lagi berdasarkan asas kegotongroyongan, bukan lagi berdasarkan dari anggota untuk anggota tapi sudah dimiliki orang perorang. Nah itu yang perlu kita tertibkan,” bebernya.

Ketua Dekopinda juga berniat menggerakkan kembali koperasi kampung dengan menyiapkan sejumlah program dan mengawal program dari pemerintah.

“Kurang lebih sekitar 15 koperasi kampung yang dikelola oleh masyarakat-masyarakat adat. Tapi yang menjadi persoalan itupun tidak jalan, pemerintah cuma menggelontorkan dana buat mereka tapi tapi tidak ada pelatihan-pelatihan secara kontinyu. Itu mungkin kedepannya juga yang kita siapkan program. Yang kita perkuat adalah dibagian kepala bidang fasilitator pelatihan dan advokasi. Itu yang kita perkuat supaya teman-teman Dekopinda ini bisa mengawal pemerintah ini bukan sekedar memberikan anggaran tapi bisa mengawal sehingga koperasi ini bisa berjalan,” pungkas Supriadi Laling yang juga Ketua BPC HIPMI Kota Jayapura.

Ia juga membeberkan, sekitar 200 koperasi namun hanya sekitar 80 koperasi yang masih aktif di kota Jayapura sehingga hal itu yang akan dibangkitkan kembali.

“Ada dari simpan pinjam dari serba badan usaha, ada dari pertanian, perdagangan, koperasi mama-mama Papua, dari Puskopad juga ada. Itu data-data dari 2019 bisa saja hari ini tinggal 40. Semua koperasi-koperasi itu seharusnya dibawah naungan Dekopinda selama ini tidak terjadi. Dekopinda selama 20 tahun mati suri, itu yang perlu kita bangkitkan kembali,” tuturnya.

(RT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *