Berita Papua, Jayapura — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Barisan Merah Putih (BMP) Kota Jayapura menggelar diskusi dan bincang-bincang kepemudaan bertema “Meneguhkan Peran Pemuda dalam Konsolidasi Pembangunan dan Kepemimpinan di Tanah Papua” di Kantor Gubernur Papua Dok II Jayapura, Rabu (29/10/2025).
Kegiatan dalam rangka peringatan Sumpah Pemuda ini menghadirkan Gubernur Papua Mathius Fakhiri sebagai pembicara utama, didampingi tiga narasumber: Astrid Meset (Tokoh Pemuda Perempuan), Cecilia Novany Mehue, BS, MSB (Tokoh Pemuda Perempuan), dan M. Rifai Darus (Mantan Ketua DPP KNPI) dan pimpinan DPR Papua.
Diskusi yang dibuka secara resmi oleh Gubernur Fakhiri ini turut dihadiri Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen serta diikuti pemuda-pemudi dari berbagai organisasi kepemudaan di Papua.
Ketua DPD BMP Kota Jayapura, Bobby Awi dalam sambutannya menyampaikan bahwa diskusi ini menjadi ruang refleksi dan koordinasi bagi generasi muda Papua untuk merenungkan kembali peran strategis pemuda dalam pembangunan daerah pasca pemekaran provinsi.
“Kita hidup di masa yang penuh perubahan. Papua hari ini berbeda dengan Papua sebelumnya. Dulu kita hanya dua provinsi, hari ini kita adalah enam provinsi. Dengan bertambahnya provinsi-provinsi tersebut, tentunya ada tantangan dan harapan yang bertemu dalam satu ruang yang membutuhkan keberanian, solidaritas, dan visi bersama,” ujar Bobby Awi.
Ia menegaskan bahwa dalam konteks ini, pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi penggerak, penjaga, dan pengawal perubahan. “Pemuda harus bersinergi dalam mewujudkan Papua yang maju, inklusif, dan berdaya,” tegasnya.
Bobby Awi menjelaskan, diskusi ini bertujuan membuka ruang dialog antara pemuda, pemerintah, akademisi, dan masyarakat untuk membangun saling percaya antara kebijakan dan aspirasi. Ia juga menekankan pentingnya menanamkan semangat kolaborasi yang melampaui batas etnis, suku, wilayah, agama, maupun latar belakang.
“Sebagai insan Papua, kita meyakini bahwa pembangunan sejati harus dimulai dari manusia, dari semangat, karakter, dan kesadaran kolektif sebagai anak bangsa yang mencintai Tanah Papua,” katanya.
DPD BMP, menurut Bobby, ingin menjadi jembatan antara generasi muda, antara kebijakan dan aspirasi, serta antara cita-cita nasional dan konteks lokal Papua.
Melalui diskusi ini, Bobby berharap muncul pemikiran konstruktif yang dapat menjadi rekomendasi nyata bagi arah kepemimpinan Gubernur ke depan.
“Kami ingin agar suara pemuda tidak hanya terdengar, tetapi juga diperhitungkan dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pembangunan di daerah ini,” tandasnya.
Ia meyakini masa depan Papua tidak hanya ditentukan oleh siapa yang memimpin, tetapi bagaimana semua pihak bersatu menjaga nilai-nilai kebersamaan, integritas, dan kemajuan bersama.
Bobby Awi juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini, khususnya Pemerintah Provinsi Papua.
Tak hanya itu, ketua BMP Kota Jayapura itu juga membacakan Deklarasi Pemuda-pemudi Papua dihadapan Gubernur Fakhiri dan Wagub Rumaropen.
Demikian isi Deklarasi Pemuda-pemudi Papua yang diserahkan kepada Gubernur Papua:
Pada momentum hari sumpah pemuda, kami pemuda-pemudi Papua bertekad dan berjanji untuk memberikan waktu, upaya, pikiran dan hati kami untuk bangsa, negara, dan daerah kami.
- Kami pemuda dan pemudi papua berjanji akan bersama-sama seluruh elemen masyarakat menjaga stab litas keamanan di provinsi Papua.
- Kami pemuda dan pemudi Papua mendukung penuh kepemimpinan dan program bapak Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia.
- Kami pemuda dan pemudi Papua mendukung dan siap menjadi pelaku pembangunan Papua, dibawah kepemimpinan Gubernur Papua Bapak Komjen Pol (Purn) Mathius Fakhiri, S.IK., M.H DAN Wakil Gubernur Papua Bapak Aryoko Rumaropen, S.P., M.Eng.
Pernyataan sikap ini kami buat dengan penuh rasa tanggungjawab, sebagai generasi penerus dan pelurus bangsa indonesia.
(Redaksi)











