Papua

Kolaborasi USTJ-UNIPA Dorong Mitigasi Bencana Melalui Sosialisasi Lahan Kritis di Kampung Sereh

0
×

Kolaborasi USTJ-UNIPA Dorong Mitigasi Bencana Melalui Sosialisasi Lahan Kritis di Kampung Sereh

Sebarkan artikel ini
Tampak sosialisasi informasi lahan kritis sebagai upaya mitigasi bencana di Kampung Sereh, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura. (Ist)

Berita Papua, Sentani — Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) bekerja sama dengan Fakultas Kehutanan Universitas Papua (UNIPA) menggelar sosialisasi informasi lahan kritis sebagai upaya mitigasi bencana di Kampung Sereh, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (13/1/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Balai Kampung Sereh, Pos 7 Sentani, mulai pukul 11.00 WIT ini merupakan implementasi hasil riset hibah Kemensaintek Dikti Tahun 2025 berjudul “Model Agroforestri Berbasis Kearifan Lokal untuk Mitigasi Bencana pada Kawasan Pegunungan Cycloops (Studi Kasus: Kampung Sereh)”.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Kampung Sereh, Steven Eluay, SE, dan dihadiri aparatur kampung, tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, Bamungkam, serta perwakilan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua dan BPBD Kabupaten Jayapura.

Tampak foto bersama saat sosialisasi mitigasi bencana di Kampung Sereh, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura. (Ist)

Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam upaya mitigasi bencana berbasis masyarakat.

Tim peneliti terdiri dari 4 orang: Dr. Y. L. Marnala Sitorus, MT (USTJ) selaku Ketua Tim, Dr. Hendri (UNIPA), Normalia Ode Yanthy, MT (USTJ), dan Anna M. Labok, S.T., M.PWK (USTJ).

Dalam pemaparan materi utama, Ketua Tim Dr. Y. L. Marnala Sitorus menjelaskan kondisi lahan kritis di Kampung Sereh serta keterkaitannya dengan peningkatan risiko bencana di kawasan Pegunungan Cycloops.

“Degradasi dan konversi fungsi hutan di kawasan Pegunungan Cycloops telah berkontribusi terhadap meningkatnya potensi banjir bandang, sebagaimana peristiwa yang pernah terjadi di Sentani,” tegas Dr. Sitorus.

Ia menekankan bahwa upaya mitigasi bencana perlu dilakukan sejak hulu melalui pengaturan cara membuka dan mengelola lahan agar tetap menjaga fungsi ekologis kawasan.

Sebagai solusi, tim peneliti memaparkan pendekatan agroforestri berbasis kearifan lokal sebagai model pengelolaan lahan yang mampu mengurangi risiko bencana sekaligus menjaga produktivitas kebun masyarakat.

Melalui sistem agroforestri, tanaman kehutanan, tanaman pangan, dan hortikultura dikombinasikan secara terpadu sehingga mampu memperkuat struktur tanah, mengurangi erosi, serta menjaga keseimbangan air.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, masyarakat Kampung Sereh diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai dampak lahan kritis terhadap risiko bencana serta mampu menerapkan pola pengelolaan lahan yang berkelanjutan.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen USTJ dan UNIPA dalam mendukung mitigasi bencana berbasis riset, kearifan lokal, dan pemberdayaan masyarakat di kawasan Pegunungan Cycloops.

Pegunungan Cycloops yang berada di wilayah Kabupaten Jayapura memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan mencegah bencana di kawasan hilir, termasuk wilayah Sentani yang pernah mengalami banjir bandang.

(Redaksi)