Papua

Maria Fransisca Pimpin Rapat Pengurus BPD HIPMI Papua Meski di Bawah Kuorum

0
×

Maria Fransisca Pimpin Rapat Pengurus BPD HIPMI Papua Meski di Bawah Kuorum

Sebarkan artikel ini
Tampak foto bersama saat rapat pengurus yang dipimpin Sekretaris Umum (Sekum) BPD HIPMI Papua, Maria Fransisca. (Ist)

Berita Papua, Jayapura — Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Papua menggelar rapat pengurus di sekretariat HIPMI yang berlokasi di Entrop, Jayapura, Jumat (6/3/2026).

Pertemuan ini digelar dalam rangka persiapan pelaksanaan Rapat Badan Pengurus Lengkap (RBPL) dan Orientasi BPD HIPMI Papua Periode 2026–2029.

Namun, rapat yang sedianya dijadwalkan sebagai forum formal pengambilan keputusan organisasi tersebut harus berubah format lantaran tidak memenuhi kuorum.

Sekretaris Umum (Sekum) BPD HIPMI Papua, Maria Fransisca, memimpin langsung jalannya pertemuan yang dihadiri oleh 14 orang pengurus inti dan badan pengurus lainnya.

Meski digelar di tengah kondisi cuaca ibu kota Provinsi Papua yang cukup cerah, tingkat kehadiran pengurus tercatat masih di bawah ambang batas kuorum yang ditetapkan dalam aturan internal organisasi.

“Memang kuorum belum terpenuhi, sehingga secara formal rapat pengurus belum bisa digelar untuk mengambil keputusan strategis,” ujar Maria Fransisca kepada Berita Papua.

Meski agenda formal harus ditunda, Maria menegaskan bahwa hal tersebut sama sekali tidak menyurutkan semangat para pengurus yang telah hadir. Rapat kemudian dikonversi menjadi forum diskusi dan koordinasi informal guna membahas dinamika organisasi serta isu-isu kepengurusan terkini, termasuk persiapan menuju RBPL dan orientasi kepengurusan baru.

“Kami tetap mengapresiasi kehadiran rekan-rekan pengurus. Meskipun agenda formal mandek karena kuorum, semangat untuk bersilaturahmi dan membahas perkembangan organisasi tetap kami lakukan secara informal,” tambah Maria.

Pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam tersebut tetap membahas sejumlah agenda organisasi, termasuk evaluasi program kerja dan persiapan menyambut kegiatan kepengurusan ke depan. Hanya saja, karena statusnya bukan rapat formal, maka hasil diskusi tersebut tidak dapat ditetapkan sebagai keputusan resmi organisasi.

Ketidakhadiran sejumlah pengurus dikabarkan karena berbagai faktor, mulai dari kesibukan usaha hingga lokasi tempat tinggal yang berada di luar Jayapura. BPD HIPMI Papua sendiri menaungi pengusaha muda di seluruh wilayah Papua, sehingga mobilitas dan koordinasi seringkali menjadi tantangan tersendiri.

Sebagai informasi, RBPL dan Orientasi BPD HIPMI Papua Periode 2026–2029 merupakan agenda penting dalam siklus organisasi, yang akan menjadi wadah bagi pengurus baru untuk mendapatkan pembekalan serta merumuskan program kerja ke depan.

Meskipun rapat persiapan kali ini tidak berjalan sesuai rencana formal, Maria Fransisca memastikan bahwa komunikasi intensif akan terus dilakukan untuk memastikan persiapan menuju RBPL dan orientasi tetap berjalan lancar.

“Kami akan terus berkoordinasi untuk memastikan organisasi dapat berjalan optimal dan agenda RBPL nanti bisa terlaksana dengan baik,” pungkasnya.

(Renaldo Tulak)