Berita Papua, Jayapura — Rasna telah resmi menyandang gelar doktor di Teknik Elektro Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin pada Program Doktoral, Program Studi Teknik Elektro Universitas Hasanuddin
Dr Rasna, ST, M.Cs dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude dengan IPK 3,97 dan lulus dengan masa kuliah 2,5 tahun.
Combining diversity untuk sinkronisasi dan Hidden Node pada Komunikasi Vehicle Ad Hoc Network merupakan disertasi yang dipertahankan dalam sidang promosi gelar doktor tersebut.
Vehicle Adhoc Network sendiri merupakan bagian dari intelligent Transportation System (ITS) atau sistem transportasi cerdas
Rasna menyebutkan latar belakang judul tentang riset tentang Vehicle Adhoc Network (Vanet) menjadi penting untuk dilakukan di Indonesia seiring dengan pertumbuhan lalu lintas yang pesat dan kebutuhan akan sistem komunikasi antar kendaraan yang efisien di Indonesia kondisi geografis yang beragam dan tingkat kepadatan lalu lintas yang tinggi di beberapa kota besar menambah urgensi implementasi planet.
“Pemerintah Provinsi harus mengembangkan infrastruktur teknologi yang mendukung Vanet, seperti instalasi perangkat komunikasi di jalan, pengembangan jaringan internet yang kuat, dan penyediaan sumber daya teknis yang diperlukan,” ujarnya, Selasa (27/2/24).
Kata dia, meskipun Vanet belum umum di Indonesia penelitian ini dapat mengikuti jejak implementasi yang telah berhasil dilakukan di negara-negara Eropa dengan demikian pengembangan teknologi panel di Indonesia dapat membuka jalan bagi solusi yang sesuai dengan kebutuhan dan infrastruktur lokal serta memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan keselamatan dan kenyamanan.
Diakuinya sidang promosi dokter tersebut dilakukan di Unhas dan gelar doktor resmi disematkan Rasna setelah berhasil mempertahankan disertasinya dan sidang disertasi dipimpin oleh profesor Dr. Indra Bayu, ST, MT, M.Bus.Sys selaku guru besar dalam bidang kecerdasan, Co promotor 2, prof. Dr, Ir, H, Andani Achmad, MT.
“Setelah mendapatkan gelar doktor harapan saya utamanya adalah dapat mengintegrasikan kecerdasan buatan dalam sistem panen untuk meningkatkan efisien dan keamanan jaringan,” pungkasnya.
(Renaldo Tulak)











