Pendidikan

Gubernur Papua Tengah Motivasi Siswa Papua di Sekolah GenIUS Tangerang

48
×

Gubernur Papua Tengah Motivasi Siswa Papua di Sekolah GenIUS Tangerang

Sebarkan artikel ini
Tampak Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, SH, saat bertatap muka dengan siswa-siswi asal Papua Tengah di Sekolah Generasi Indonesia Jaya Untuk Semua (GenIUS) Karawaci, Tangerang, Provinsi Banten. (Ist)

Berita Papua, Banten — Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa menyempatkan diri mengunjungi ratusan siswa-siswi asal Papua yang menempuh pendidikan di Sekolah Generasi Indonesia Jaya Untuk Semua (GenIUS) di Karawaci, Tangerang, Provinsi Banten, Minggu (16/03/2025). Kunjungan ini dilakukan di sela-sela kegiatan dinas Gubernur Meki Nawipa di Jakarta.

Gubernur tiba di Sekolah GenIUS sekitar pukul 07.40 WIB dan langsung mengikuti ibadah Minggu bersama para siswa. Usai ibadah, mantan Bupati Paniai ini bertatap muka dengan siswa-siswi asal Papua Tengah dalam suasana penuh keakraban dan canda tawa.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Meki Nawipa berbagi kisah hidupnya untuk memotivasi dan menginspirasi anak-anak agar tetap semangat belajar dan pantang menyerah.

“Tiga puluh tahun lalu, saya, Meki Nawipa, dengan pakaian robek-robek, sepatu tidak jelas, berjalan di Jakarta tanpa siapa-siapa, hanya bersama Tuhan Yesus. Tiga puluh tahun kemudian, hari ini tahun 2025, kalian lebih beruntung dari saya. Kalian bisa minta tolong lewat WA saat susah. Dulu, saat saya susah, tidak ada yang bisa dimintai tolong. Tidak ada telepon, apalagi video call,” kenang Gubernur Meki, menceritakan pengalamannya saat menempuh pendidikan pilot di Jakarta.

Gubernur Papua Tengah menegaskan bahwa semua anak-anak Papua, baik yang tinggal di balik gunung, lereng bukit, pinggir pantai, maupun kepulauan, layak mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Komitmen ini ia sampaikan kepada ratusan siswa asal Papua Tengah yang memadati ballroom Sekolah GenIUS.

“Tuhan Yesus dan saya sebagai Gubernur pertama Provinsi Papua Tengah siap membiayai kalian semua. Saya ingin kalian sukses dan membangun Papua Tengah,” ujarnya.

Gubernur Meki Nawipa juga menekankan pentingnya kerja keras dan semangat belajar bagi para siswa.

“Sukses itu kembali ke diri kalian sendiri. Jika kalian ingin sukses, kalian harus bekerja keras, belajar keras, dan berjuang dalam hidup ini. Tidak ada orang lain yang bisa menolong kalian. Jika kalian rajin belajar, suatu saat kalian bisa menjadi gubernur seperti saya,” kata Meki, kembali disambut tepuk tangan.

Selain memotivasi, Gubernur Meki Nawipa juga membuka wawasan para siswa untuk menjadi pebisnis atau wirausaha (entrepreneurship) yang mampu mengelola Sumber Daya Alam (SDA) Papua Tengah yang melimpah.

Ia menegaskan bahwa pemerintahannya akan membangun sejumlah Balai Latihan Kerja (BLK) untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap pakai.

“Kita punya kampung dengan emas yang melimpah, tanah luas untuk kebun, laut di utara dan selatan, gunung, dan kayu. Kalian sekolah jangan asal sekolah. Pelajari skill pertanian, pertambangan, dan perikanan agar bisa pulang dan membangun sesuatu di Papua Tengah. Bercita-cita menjadi dokter itu penting, tapi saya ingin kalian pulang dan mengelola sumber daya alam yang Tuhan berikan, bukan orang lain yang datang mengelolanya,” tegas Nawipa.

Para siswa GenIUS yang hadir tampak ceria dan antusias mendengar motivasi dari Gubernur Meki Nawipa. Di akhir acara, mereka ramai-ramai berfoto dan bersalaman dengan sang pemimpin, menciptakan momen penuh kehangatan dan rasa hormat, layaknya seorang bapak dan anak.

Direktur Sekolah GenIUS, Esther Kurniawati Wirawan, M.Psi, yang dihubungi secara terpisah, mengungkapkan bahwa terdapat 188 siswa-siswi asal Provinsi Papua Tengah yang menempuh pendidikan di sekolah tersebut.

“Ada 188 siswa-siswi kami asal Provinsi Papua Tengah, dengan rincian 120 orang menerima beasiswa dari Provinsi Papua Tengah, 18 orang dari Paniai, 30 orang dari Dogiyai, dan 20 orang dari Deiyai,” beber Esther.

Dari 120 penerima beasiswa asal Papua Tengah, rinciannya adalah 12 siswa dari Kabupaten Paniai, 13 siswa dari Mimika, 20 siswa dari Deiyai, 25 siswa dari Intan Jaya, 10 siswa dari Puncak Jaya, 18 siswa dari Nabire, 10 siswa dari Puncak, dan 12 siswa dari Dogiyai. Mereka resmi dilepas oleh mantan Penjabat Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk, pada Jumat (26/01/2024).

(Arianda)