Pendidikan

Puluhan Mahasiswa Fisip Uncen Angkatan 2023 Lakukan Studi Lapangan di Kampung Ifar Besar Sentani

6
×

Puluhan Mahasiswa Fisip Uncen Angkatan 2023 Lakukan Studi Lapangan di Kampung Ifar Besar Sentani

Sebarkan artikel ini
Tampak foto bersama puluhan Mahasiswa Universitas Cendrawasih (Uncen) Jayapura angkatan 2023 kelas A, B, dan ekstensi saat melakukan studi lapangan ke kampung Ifar Besar. (Ist)

Berita Papua, Sentani — Sebanyak puluhan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Cendrawasih (Uncen) Jayapura angkatan 2023 melaksanakan kegiatan studi lapangan di Kampung Ifar Besar, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (22/11/2025).

Mahasiswa dari kelas A, B, dan ekstensi Prodi Administrasi Publik dan Manajemen Pemerintahan Kampung tersebut didampingi dosen Andreas Wambrauw, mengadakan diskusi dengan Kepala Suku Besar dan sejumlah tokoh adat (Khoselo) mengenai sejarah berdirinya kampung dan sistem pemerintahannya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembelajaran berbasis praktik yang dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami dinamika pemerintahan dan kehidupan masyarakat di tingkat kampung.

Tampak foto Ondofolo dan Tokoh Adat (Khoselo) bersama puluhan mahasiswi Fisip Uncen Angkatan 2023 usai gelar diskusi. (Ist)

Philipus Maurits Kopeuw, Kepala Suku dari salah satu mata rumah di Kampung Ifar Besar di bawah kepemimpinan Ondofolo Nikolas Yoku, menyambut baik kunjungan mahasiswa tersebut.

“Kami sangat senang dengan kunjungan ini. Generasi muda sekarang, bahkan di kampung sendiri, jarang belajar tentang hal-hal seperti ini. Apalagi mahasiswa sebagai calon akademisi. Ketika belajar teori saja tanpa melihat langsung, pengetahuan menjadi kurang lengkap,” ujar Kopeuw.

Ia menjelaskan, studi lapangan seperti ini membantu mahasiswa menghubungkan teori yang dipelajari di kelas dengan kondisi riil di lapangan, sehingga menghasilkan pemahaman yang mendalam.

“Dari sisi kampung dan pemerintahan adat, kami merasa terhormat karena kampung kami dipilih sebagai lokasi studi lapangan. Ini kesempatan bagi kami untuk menjelaskan apa yang kami miliki dan bagaimana sistem kepemimpinan adat di sini, sehingga semakin banyak orang mengetahui tentang Kampung Ifar Besar,” pungkasnya.

(Renaldo Tulak)