Kabupaten Jayapura

Pergumulan Janda Duda Kelompok Ruth Wisata Rohani Ke Mansiman Akhirnya Terjawab

2
×

Pergumulan Janda Duda Kelompok Ruth Wisata Rohani Ke Mansiman Akhirnya Terjawab

Sebarkan artikel ini
Tampak para janda dan duda kelompok Ruth sedang foto bersama di beberapa situs sejarah pekabaran Injil di Pulau Mansinam Manokwari

BeritaPapua.co, Sentani — Pergumulan panjang dari 23 janda duda yang tergabung dalam Kelompok Ruth untuk menginjakkan kaki di Pulau Mansinam Manokwari sebagai tempat pertama Injil masuk di Tanah Papua akhirnya terjawab sudah di tahun 2023 ini atas pertolongan Tuhan.

Tuhan menjawab pergumulan para janda dan duda kelompok Ruth tersebut melalui uluran tangan dari donatur yang telah di berkati Tuhan, sehingga dari tengah berkat-berkat Tuhan yang diterima dapat membiayai puluhan orang ini boleh melihat bukti sejarah tentang Pekabaran Injil di Tanah Papua dan menjadi kesaksian dalam hidup.

Sebuah perjalanan wisata rohani yang berisikan iman untuk bersaksi dalam hidup, tentang karya penyelamatan Allah terhadap tanah dan orang Papua melalui misi Pekabaran Injil di Pulau Mansinam Manokwari kini menjadi dambaan dari setiap orang percaya di tanah ini.

Hal ini boleh terlihat jelas, di setiap tahun terutama menjelang dan pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT) Pekabaran Injil (PI) di Tanah Papua yang selalu dilaksanakan setiap tangga 5 Februari, banyak orang percaya dari seluruh penjuru Tanah Papua bahkan dari luar yang berbondong-bondong datang ke Pulau Mansinam sebagai tempat dimana untuk pertama kalinya kedua rasul Tuhan, Ottow dan Geisler menginjakan kaki.

Dalam konteks itulah, maka 23 janda duda kelompok Ruth hadir di Mansinam. Selama seminggu di Manokwari telah melakukan berbagai kegiatan, diantaranya bakhti sosial di lingkungan jemaat dimana kelompok Ruth menginap yaitu Jemaat GKI Firdaus Abasi, wisata rohani ke sejumlah situs bersejarah terkait pekabaran injil, dan agenda utama mengikuti Ibadah HUT PI ke-168 Tahun di Pulau Mansinam.

Ketua rombongan wisata rohani kelompok Ruth, Welem Hokoyoku kepada media ini mengatakan, bahwa dirinya mewakili semua janda dan duda yang tergabung dalam wisata rohani, pertama menaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan, yang boleh nyatakan kasih dan kemurahanNya sehingga dirinya bersama yang lainnya dapat melihat dan menyaksikan bukti sejarah tentang pekabaran injil di tanah ini.

Menurutnya, niat untuk mengunjungi Pulau Mansinam lewat kegiatan wisata rohani seperti ini telah lama di rencanakan dalam kehidupan masing-masing janda dan duda, namun niat tersebut akhirnya boleh terpenuhi di tahun ini atas dukungan anak Tuhan yang telah diberkati dan kemudian menjadi berkat bagi kelompok Ruth yakni, bapa Alfons Awoitauw.

“Kami sangat bersukacita karena bisa melihat sendiri situs atau peninggalan sejarah tentang injil masuk di Papua. Kami akan pulang dan bersaksi bagi sesama kami bahwa betapa ajaibnya  kuasa Tuhan tentang penginjilan dan semuanya adalah benar sebab ada bukti sejarah,” ujar Welem

Sementara itu, Ketua Jemaat GKI Firdaus Abasi Manokwari, Pdt. Kiki F. Kayoi, S.Si, Theol menuturkan, sebagai jemaat tuan rumah yang menerima kelompok Ruth dalam wisata rohani di Mansinam Manokwari memberikan apresiasi kepada kelompok Ruth yang mana di dalamnya terdapat para janda dan duda.

“Ini adalah peserta wisata rohani yang unik, sebab ada janda dan duda yang di fasilitasi oleh donatur untuk aktivitas wisata rohani ini. Walau dalam Alkitab menyatakan untuk memperhatikan para janda, tetapi kemudian sesuatu yang luar biasa boleh ditemui dalam kelompok Ruth karena ada persekutuan para janda dan duda untuk pelayanan wisata rohani ini,” ungkapnya

Dirinya menerangkan, sebagai jemaat penerima tamu telah berupaya memberikan pelayanan yang maksimal. Mulai dari komsumsi, transportasi, keamanan, kenyamanan dan sejumlah bentuk pelayanan lainnya.

Sedangkan, donatur yang mendukung terlaksananya wisata rohani para janda dan duda yang tergabung dalam kelompok Ruth ke Mansinam Manokwari, Alfons Awoitauw, S.IP, MKP menuturkan, setelah dirinya dan keluarganya di berkati Tuhan maka dirinya bersama keluarga juga wajib menjadi saluran berkat bagi orang lain.

“Saya telah melakukan pelayanan-pelayan seperti ini kepada janda dan duda itu sejak 16 tahun yang lalu. Selama ini, saya menfokuskan pelayanan bagi janda dan duda itu dengan pemberian bantuan sembako di saat hari-hari raya gerejani,” ujar pria yang periode lalu menjabat sebagai Wakil Sekretaris di Klasis Sentani.

Ditambahkan, atas pertolongan dan berkat Tuhan maka di tahun ini dirinya boleh menjalankan pelayanan dengan memberangkatkan 23 orang janda dan duda ke Mansinam Manokwari dalam rangkah wisata rohani tetapi juga sekaligus dengan menghadiri dan mengikuti ibadah syukur HUT PI ke-168.

(YFT)