Kabupaten Jayapura

Pemkab Jayapura Gelar Bimtek Wujudkan Program Smart City dan Quick Win

2
×

Pemkab Jayapura Gelar Bimtek Wujudkan Program Smart City dan Quick Win

Sebarkan artikel ini
Asisten II Bidang Ekonomi Setda Kabupaten Jayapura, Delila Giay didampingi Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Jayapura, Gustaf Griapon dan perwakilan Kemenkominfo Tampak Menabuh Tifa Tanda Dibuka Pelaksanaan Bimtek

BeritaPapua.co, Sentani — Guna mewujudkan program smart city dan quick win, Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jayapura menggelar Bimbingan Tekhnik (Bimtek) bagi puluhan peserta, yang berlangsung di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Kamis (06/07).

Melalui Bimtek tersebut akan tersusun master plan Smart City atau Kota Cerdas. Dengan adanya master plan ini, nantinya pembentukan Kabupaten Jayapura sebagai Kota Cerdas akan semakin jelas arah dan perencanaan / Blue Print dan tahapan-tahapannya melalui pendampingan oleh Kementrian Kominfo untuk mewujudkan Kabupaten Jayapura menjadi Kota Cerdas.

Pj. Bupati Jayapura, Triwarno Purnomo dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Asisten II Bidang Perekonomian Setda Kabupaten Jayapura, Delila Giay saat membuka Bimtek mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah awal yang penting dalam mewujudkan visi untuk menjadikan kabupaten Jayapura sebagai Kota cerdas yang inovatif dan berkelanjutan.

“Saya percaya bahwa teknologi dan inovasi yang dapat menjadi pendorong utama dalam menciptakan perubahan positif dalam kehidupan masyarakat dalam era digitalisasi ini penting bagi kita untuk mengadopsi solusi-solusi pintar yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi guna meningkatkan efisiensi kualitas hidup,” ujarnya

Dijelaskannya, Bimtek ini adalah langkah awal yang penting dalam menyusun master plan kota cerdas. Master plan ini akan menjadi panduan bagi pemerintah dan semua pemangku kepentingan dalam mengimplementasikan konsep smart city secara holistik dan terencana dengan merumuskan strategi sasaran dan rencana tindakan yang jelas.

Menurutnya, pembangunan kota cerdas tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi dapat juga pada aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi. Selain itu, pihaknya akan membahas program unggulan tahap 1 yang menjadi proyek percontohan yang akan memanfaatkan langsung bagi masyarakat.

“Dalam waktu singkat melalui program ini kita dapat membuktikan kepada masyarakat bahwa konsep smart city bukan hanya sebatas wacana tetapi dapat diimplementasikan dengan nyata dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam menyiapkan dukungan internal seperti pendanaan dan pembiayaan penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM),” tandasnya,

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Jayapura, Gustaf Griapon,ST.M.Sos mengatakan bahwa Kabupaten Jayapura sendiri di Provinsi Papua menjadi salah satu dari 50 kabupaten/kota di Indonesia yang mengusung perencanaan Smart City.

“Kabupaten Jayapura menjadi salah satu daerah dari 50 kabupaten/kota di Indonesia sebagai proyek Gerakan 100 Smart City di Indonesia di tahun 2023,” Sebut Gustaf Griapon saat Bimtek Penyusunan Kota Cerdas di Aula Lantai Dua Gunung Merah Sentani.

Dirinya menuturkan, dari kegiatan Bimtek ini kedepannya Kabupaten Jayapura nantinya akan memiliki dokumen master plan /Blue Print Smart City yang baik dalam rangka mewujudkan kota cerdas yang terdiri dari beberapa poin penting dasar Smart City itu sendiri.

Gustaf menjelaskan, Bimtek ini terselenggara atas kerjasama pihaknya dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Menkominfo). Bimtek berlangsung selama dua hari, yakni Tanggal 6-7 Juli 2023 Bertempat di Aula lantai Dua Gunung Merah Sentani.

“Peserta adalah OPD-OPD Yang di hadiri oleh Sekretaris dan Kasubag Program, Empat Distrik Yaitu Distrik Sentani,Sentani Timur,Sentani Barat dan Waibu,2 Kelurahan , yaitu kelurahan sentani kota dan hinekombe dan Setiap Kampung yang ada di empat distrik tersebut sebanyak 27 kampung,” sebut Kadis Kominfo.

Dalam bimtek ini diharapkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang di wakili oleh sekretaris OPD dan Kasubag Program dapat melakukan analysis strategic, gap analysis, dan melihat posisi atau kondisi kesiapan daerah, serta menentukan visi Smart City melalui pembagian dasar poin Smart City yaitu smart economy (ekonomi cerdas), smart mobility, smart environment (lingkungan), smart people (kreativitas dan modal), smart living (kualitas hidup), serta smart governance (pemberdayaan dan partisipasi).

Sementara itu, Tenaga Ahli dari Kementrian Kominfo RI, Acuviarta Kartabi juga mengatakan, pendampingan kepada daerah dalam penyusunan master plan Smart City adalah upaya menciptakan integrasi, sinkronisasi, dan sinergi antara perencanaan pengembangan Smart City di tingkat pusat dan daerah.

“Ini adalah upaya untuk menciptakan integrasi, sinkronisasi, dab sinergi antara perencanaan pengembangan Smart City di tingkat pusat maupun daerah,” katanya.

Selain itu juga menyediakan landasan materi dan implementasi praktis rencana pengembangan daerah, menjamin terakomodasinya sasaran pembangunan di dalam RPJMN dalam dokumen perencanaan Smart City daerah, serta mendorong proses pengembangan Smart City yang efektif, efisien, inklusif, dan partisipatif.

(Yanpiet Festus Tungkoye)