Kabupaten Jayapura

Guru Demo Tuntut TPG Cair, Wabup Jayapura Pastikan Anggaran Tersedia

0
×

Guru Demo Tuntut TPG Cair, Wabup Jayapura Pastikan Anggaran Tersedia

Sebarkan artikel ini
Tampak foto bersama Wakil Bupati Jayapura Haris Richard Yocku dan para guru saat melakukan demonstrasi di kantor Bupati Jayapura.

Berita Papua, Sentani — Ratusan guru yang tergabung dalam Forum Peduli Guru Kabupaten Jayapura menggelar unjuk rasa di halaman kantor Bupati Jayapura, Rabu (18/2/2026), menuntut kejelasan atas pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) ke-13 dan TPG Tunjangan Hari Raya (THR) yang hingga kini belum terealisasi meski anggaran diklaim telah masuk ke kas daerah sejak 30 Desember 2025.

Merespons aksi tersebut, Wakil Bupati Jayapura Haris Richard Yocku (HRY) turun langsung menemui para guru dan menyampaikan pesan dari Bupati Yunus Wonda yang berhalangan hadir karena sedang memimpin kegiatan lain.

HRY memastikan bahwa anggaran TPG para guru sejatinya telah tersedia dan dapat terpantau melalui aplikasi keuangan daerah. Namun ia menegaskan bahwa dana tersebut tidak bisa dicairkan begitu saja tanpa melalui prosedur yang berlaku.

“Bukan kami bilang tidak bisa bayar. Sudah ada anggaran, tapi tunggu setelah rapat selesai maka akan diselesaikan. Bapak Bupati menyampaikan kepada saya untuk disampaikan kepada para guru, jadi saya tidak bisa menambah atau mengurangi apa yang sudah disampaikan,” tegas HRY di hadapan massa guru.

Ia menjelaskan bahwa pencairan baru dapat dilakukan setelah rapat APBD rampung, karena proses pergeseran anggaran harus terlebih dahulu diselesaikan secara administratif.

Koordinator Forum Peduli Guru Kabupaten Jayapura, Andreas Swewali, mengungkapkan bahwa aksi hari ini merupakan puncak dari rasa frustasi para guru yang merasa dijanjikan namun tak kunjung mendapat kepastian.

“Pada 9 Februari 2026, beberapa rekan guru sudah bertemu langsung dengan Bupati Jayapura. Saat itu beliau menyampaikan bahwa setelah rapat APBD selesai, anggaran akan digeser dan dicairkan. Tapi pertemuan itu sudah dua minggu lalu dan sampai hari ini belum ada realisasi,” beber Andreas.

Menurutnya, penjelasan dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Amelia Ondi, pun dinilai belum memuaskan sehingga para guru memilih membawa tuntutan mereka langsung ke hadapan Bupati.

Pertemuan antara Wabup HRY dan para guru menghasilkan satu kesepakatan konkret: perwakilan Forum Peduli Guru akan menyerahkan lima nomor kontak koordinator untuk dihubungi guna mengatur pertemuan langsung dengan Bupati Yunus Wonda pada Kamis, 19 Februari 2026. Dalam pertemuan tersebut, para guru akan memaparkan tuntutan mereka secara lebih rinci.

“Kami sepakat untuk bertemu bupati besok agar dapat menyampaikan keperluan secara terperinci terkait tuntutan para guru,” ujar Andreas.

HRY juga menyerukan kepada seluruh guru yang ikut berunjuk rasa untuk kembali menjalankan tugas mengajar seperti biasa sembari menunggu proses administrasi rampung.

“Anak-anak kita membutuhkan pendidikan. Urusan hak-hak para guru serahkan kepada kami, pemerintah akan berupaya menyelesaikannya,” imbaunya.

Ia juga menegaskan bahwa Pemkab Jayapura mengedepankan prinsip keadilan dalam pengelolaan anggaran, di mana kebutuhan guru, tenaga kesehatan, dan infrastruktur ditangani secara bersamaan.

Pertemuan antara perwakilan guru dan Bupati Yunus Wonda yang dijadwalkan hari ini, Kamis (19/2/2026), menjadi titik krusial yang dinantikan para pendidik Kabupaten Jayapura apakah janji pencairan TPG akan segera terwujud, atau kembali bergulir tanpa kepastian.

(Yan Mofu)