Kabupaten Jayapura

Herman Oyaitouw Dorong Penanaman Pala di Sela Reses, Sambut Peluang Pelabuhan Depapre

0
×

Herman Oyaitouw Dorong Penanaman Pala di Sela Reses, Sambut Peluang Pelabuhan Depapre

Sebarkan artikel ini
Tampak Anggota DPRK Jayapura, Herman Oyaitouw (tengah) menyerahkan bibit pohon kepada masyarakat.

Berita Papua, Sentani — Anggota DPRK Jayapura dari Partai Hanura, Herman Oyaitouw, memanfaatkan momentum Reses Pertama untuk menggencarkan sosialisasi penanaman pohon pala kepada masyarakat di wilayah pemilihannya. Pada Kamis, 12 Februari 2026, ia menyambangi Kampung Muris Besar, Distrik Demta, dan menyerahkan bibit pohon pala kepada perwakilan warga setempat.

Sosialisasi serupa juga telah dilakukan Herman di sejumlah kampung di Distrik Yokari, Kabupaten Jayapura. Ia tidak hanya menyampaikan pesan secara lisan, tetapi juga aktif mempromosikan budidaya pala melalui media sosialnya, menjangkau masyarakat baik secara daring maupun langsung di lapangan.

Lebih dari sekadar sosialisasi, Herman mengaku telah membentuk kelompok tani yang fokus pada kegiatan persemaian bibit dan penanaman pohon pala secara berkelanjutan.

“Kami tidak hanya sosialisasi, tapi turun langsung untuk menanam. Sudah ada kelompok yang dibentuk dan fokus pada persemaian sekaligus penanaman,” ujar Herman kepada BeritaPapua.co di Sentani, (23/2).

Dorongan Herman bukan tanpa alasan strategis. Ia menyoroti pembangunan infrastruktur Pelabuhan Peti Kemas Depapre yang kini menjadi perhatian serius pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten sebagai peluang ekonomi nyata yang harus dijemput lebih awal oleh masyarakat.

“Jika pemerintah sudah serius membangun pelabuhan peti kemas, maka kita harus bijak menjemput peluang itu. Kapal yang masuk nanti harus ada komoditas yang bisa dijual keluar, sehingga masyarakat tidak sekadar menjadi penonton,” tegasnya.

Herman secara khusus mengajak masyarakat di wilayah Moy dan Tanah Merah untuk mulai mengalihfungsikan lahan tidur yang selama ini tidak produktif menjadi kebun pala. Menurutnya, nilai ekonomis pohon pala sangat tinggi dan hasilnya akan terasa nyata dalam beberapa tahun ke depan jika dimulai sekarang.

Untuk memulai, Herman menyarankan agar penanaman pala dibahas dan diprogramkan dalam musyawarah kampung sebagai agenda rutin yang berkelanjutan. Selain itu, masyarakat juga dapat mengusulkannya melalui musyawarah distrik maupun kabupaten, seiring dengan upaya mandiri yang dapat dilakukan tiap keluarga.

(Victor Done)