Berita Papua, Sentani — Pemerintah Kabupaten Jayapura terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui pembangunan infrastruktur perdagangan. Puncaknya, Bupati Jayapura, Yunus Wonda bersama Wakil Bupati Haris Richard Yocku meresmikan Pasar Sawoy yang berlokasi di Distrik Kemtuk Gresi, Sabtu (7/3/2026).
Peresmian pasar ini disambut antusias oleh warga setempat. Kehadiran Pasar Sawoy diharapkan tidak hanya menjadi pusat transaksi jual beli, tetapi juga menjadi lokomotif baru penggerak roda perekonomian masyarakat di wilayah pedalaman Kabupaten Jayapura.
Fokus utama pembangunan pasar ini adalah untuk memberikan tempat yang layak, aman, dan nyaman bagi para pedagang, khususnya mama-mama pedagang yang selama ini terpaksa berjualan di pinggir jalan.
“Kami berharap pasar ini dapat menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan para pedagang. Saya mengajak, terutama para mama-mama yang selama ini berjualan di pinggir jalan, untuk segera berpindah dan berjualan di dalam pasar,” ujar Bupati Yunus Wonda dalam sambutannya.
Ia menegaskan bahwa dengan berpindahnya pedagang ke area pasar, aktivitas perdagangan dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan nyaman, baik bagi penjual maupun pembeli. Hal ini juga akan menciptakan suasana pasar yang lebih sehat dan terkelola dengan baik.
Tidak hanya meresmikan pasar, Bupati juga menyampaikan rencana strategis lanjutan untuk menggerakkan sektor riil di Kampung Sawoy. Pemerintah Kabupaten Jayapura berencana menyalurkan bantuan alat pertanian berupa traktor kepada masyarakat setempat.
Bantuan traktor ini ditargetkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya komoditas sayur-mayur. Hasil pertanian yang meningkat nantinya diharapkan dapat memasok kebutuhan pangan di Distrik Kemtuk Gresi serta mendukung program prioritas nasional, yaitu program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Dengan traktor, kami harap produksi pertanian masyarakat bisa meningkat. Sayur-mayur dari sini nantinya bisa menjadi sumber pangan yang menopang program MBG dan memenuhi kebutuhan pasar lokal,” tambah Bupati Wonda.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jayapura, Theopilus Tegai, menjelaskan bahwa pembangunan Pasar Sawoy merupakan wujud nyata respons pemerintah terhadap aspirasi warga. Proyek ini dibangun menggunakan anggaran yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus).
“Pasar Sawoy ini adalah jawaban dari usulan masyarakat saat pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di tingkat distrik. Ini adalah bukti bahwa pemerintah hadir dan mendengar kebutuhan warga,” terang Theopilus.
Ia juga berpesan kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas pasar yang telah dibangun. Menurutnya, Pasar Sawoy merupakan aset berharga yang menjadi nadi perekonomian masyarakat di Distrik Kemtuk Gresi.
“Kami berharap pasar ini harus dijaga dengan baik oleh masyarakat setempat. Keberadaannya sangat vital sebagai nadi perekonomian di Distrik Kemtuk Gresi. Mari kita rawat bersama agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” pungkasnya.
(Victor Done)











