Kabupaten Jayapura

Pesta Budaya Kampung Yobeh Ditunda Akibat Air Danau Sentani Naik, Kunjungan Wisatawan Asing Tetap Berjalan

0
×

Pesta Budaya Kampung Yobeh Ditunda Akibat Air Danau Sentani Naik, Kunjungan Wisatawan Asing Tetap Berjalan

Sebarkan artikel ini
Ketua Tim Kerja Pesta Budaya Masyarakat Adat Kampung Yobeh, Simson Nicki Mehue saat memberikan keterangan pers.

Berita Papua, Sentani — Rencana penyelenggaraan Pesta Budaya Masyarakat Adat Kampung Yobeh, Kabupaten Jayapura, dipastikan ditunda. Penundaan ini disebabkan oleh naiknya permukaan air Danau Sentani akibat curah hujan tinggi yang terjadi sejak Januari 2026.

Ketua Tim Kerja Pesta Budaya Masyarakat Adat Kampung Yobeh, Simson Nicki Mehue, mengungkapkan bahwa persiapan acara sebenarnya telah dimulai sejak Oktober 2025. Berbagai tahapan, termasuk koordinasi dengan tokoh adat, pemerintah, dan sanggar seni di sekitar Danau Sentani, sudah dijalankan.

“Namun karena curah hujan tinggi sejak Januari 2026, permukaan air Danau Sentani naik dan menyebabkan air tergenang di dalam Kampung Yobeh,” ujar Simson di Sentani, Sabtu (11/4/2026).

Kondisi genangan air tersebut membuat pelaksanaan pesta budaya tidak memungkinkan. Tujuan utama kegiatan yang semula untuk menarik pengunjung masuk ke kampung pun terhambat.

“Tim kerja bersama Ondo Khose (tokoh adat) Kampung Yobeh memutuskan untuk menunda, bukan membatalkan, pelaksanaan pesta budaya ke bulan Juli 2026. Penataan ulang akan dilakukan setelah air surut dan kondisi kembali normal,” tegasnya.

Meski pesta budaya diundur, agenda kunjungan wisatawan mancanegara dari kapal pesiar Swan Hellenic tetap berjalan. Kapal dijadwalkan sandar di Pelabuhan Jayapura pada Rabu (15/4/2026) pukul 12.00 WIT, dengan wisatawan tiba di Kampung Yobeh sekitar pukul 13.30–14.00 WIT.

Karena kampung tergenang, seluruh aktivitas dipusatkan di Tanjung Yobeh. Rangkaian kegiatan yang disiapkan meliputi penjemputan dengan tarian adat, pertunjukan tarian dan isolo, serta pameran UMKM dan cenderamata tradisional. Wisatawan juga akan diajak tur keliling kampung menggunakan perahu Johnson dan speedboat.

“Kami mempersilakan mereka berkunjung pada 15 April 2026, pukul 14.00–17.00 WIT,” ujar Simson.

Tim kerja juga melakukan renovasi jembatan lama di Kampung Yobeh yang kondisinya sudah goyang dan memerlukan perbaikan. Simson menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Papua yang telah berkunjung dan memberikan bantuan berupa papan sebanyak 8 kubik serta kayu besi 4 kubik.

“Bapak Kapolda sangat responsif membantu. Tim kerja dan masyarakat menyampaikan terima kasih atas dukungan tersebut,” tuturnya.

Sementara itu, terkait dukungan dari Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Jayapura, Simson mengaku pemerintah daerah sudah mengetahui kegiatan ini. Pihaknya berharap ada dukungan lanjutan, kemungkinan melalui Dinas Pariwisata. Gubernur juga disebut telah berkunjung ke Tanjung Yobeh dan Yoboi dua hari lalu.

Harapan tim kerja kepada Kepala Kampung Yobeh sebagai pemerintah terkecil adalah agar memberi dukungan penuh terhadap kegiatan budaya seperti ini karena sangat penting untuk meningkatkan pendapatan masyarakat kampung.

Meskipun air danau naik, semangat masyarakat Kampung Yoboi tetap tinggi. Simson menirukan ungkapan warga setempat, “Kalau bagaimana-bagaimana kita dansa dalam air saja.”

Penundaan ini bersifat sementara dan masyarakat tetap optimis menyambut kunjungan wisatawan asing serta persiapan pesta budaya di bulan Juli mendatang.

(Yan Mofu)