Berita Papua, Sentani — Ketua Panitia Idul Kurban Masjid Jami Al-Ikhlas Pasar Lama, Muhammad Luqman Hakim Suyadno, bersama Sekretaris Masjid Al-Ikhlas sekaligus Sekretaris Panitia Idul Kurban, Rudi Amir, dan ibu-ibu panitia, menyembelih 12 ekor sapi dan 4 ekor kambing pada perayaan Idul Adha 1447 H/2026 M, Rabu (27/5/2026). Satu ekor sapi merupakan bantuan dari Bupati Jayapura, Yunus Wonda.
“Daging kurban kami distribusikan di zonasi masjid yang sudah ditetapkan oleh DMI, berjumlah 892 kepala keluarga. Ada tambahan beberapa orang yang tidak mempunyai kupon, tetap kita akomodir,” kata Muhammad Luqman Hakim Suyadno.
Pembagian daging tidak hanya diperuntukkan bagi warga muslim. Semua warga yang tinggal di sekitar masjid, termasuk saudara Nasrani dan pemeluk agama lain, juga menerima bagian.
“Tidak ada perbedaan suku, tidak ada perbedaan agama. Yang penting dia tinggal di sini tetap dapat,” ujarnya.
Kegiatan kurban tahun ini mengusung semangat “kasih mempersatukan perbedaan” atau Rahmatalil Alamin.
Menurut panitia, pembagian daging dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah. Warga yang mendapatkan daging wajib menukarkan kupon yang telah dibagikan sebelumnya.
“Kita langsung menukarkan kupon kepada warga. Datang harus ada kupon baru dapat daging, dan kupon harus sesuai. Kupon lain ditukarkan di sini tidak bisa,” jelasnya.
Dibandingkan tahun lalu, jumlah sapi kurban tetap sama yakni 12 ekor. Sementara jumlah kambing meningkat dari 2 ekor menjadi 4 ekor.
“Relatif sama kalau tahun lalu 12 ekor sapi juga, untuk kambingnya di tahun ini lebih banyak,” katanya.
Panitia berharap antusiasme warga untuk berkurban terus meningkat agar jumlah daging yang dibagikan bisa lebih banyak di tahun mendatang.
“Harapan untuk tahun depan, kita lihat betapa manfaatnya adanya kurban yang diberikan kepada para warga di sini. Kita berharap antusiasme warga yang ingin menyisihkan sebagian hartanya untuk ikut bersama-sama memotong kurban,” katanya.
Sekretaris Panitia, Rudi Amir, menambahkan, proses pembagian tahun ini berjalan lebih baik dan merata tanpa pilih kasih.
“Sekarang pembagian, alhamdulillah, sangat-sangat baik sekali hari ini. Kita jangkau dari door to door, dari rumah ke rumah, sampai habis selesai. Siapapun orangnya yang tinggal di kampung kita ini, tetap dikasih. Dari suku manapun, dari agama, tetap kita satu. Itulah kesatuan kita bersama,” katanya.
(Yan Mofu)











