Politik

Partisipasi OAP Dalam Pilkada Serentak 2024, MRP Jaring Aspirasi Masyarakat

89
×

Partisipasi OAP Dalam Pilkada Serentak 2024, MRP Jaring Aspirasi Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Tampak Suasana kegiatan jaring aspirasi oleh Klansina Irene Duwiri, Pokja Perempuan bersama masyarakat di Kampung Mambai.

Berita Papua, Waropen — Memasuki masa-masa Kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua serta Bupati dan Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota di Papua, Majelis Rakyat Papua (MRP) sedang turun lapangan guna menjaring aspirasi masyarakat sekaligus memastikan keterlibatan Orang Asli Papua (OAP) dalam pelaksanaan Pilkada serentak di Papua.

Kegiatan jaring Aspirasi ini dilakukan di seluruh Papua pada 6 hingga 12 Oktober 2024.

Klansina Irene Duwiri, Kelompok Kerja (Pokja) Perempuan memilih turun pada daerah pemilihannya di Kabupaten Waropen, secara khusus di Distrik Soyoi Mambai yang membawahi 10 Kampung.

“Pertemuan kita dengan masyarakat di kampung mambai, dan antusias masyarakat di kampung itu sangat tinggi untuk mengikuti kegiatan sekaligus memberikan masukan terkait pelaksanaan pilkada yang akan berlangsung,” ujar Irene yang di hubungi melalui saluran teleponnya, Kamis (10/10/2024).

Tampak Foto bersama Klansina Irene Duwiri, Pokja Perempuan dan masyarakat Kampung Mambai usai kegiatan

Kegiatan jaring aspirasi, kata Irene, dilaksanakan selama dua hari (8-9 Oktober) di Kampung Mambai, dan ada banyak keluhan serta masukan yang disampaikan oleh masyarakat di Kampung itu. Masyarakat juga menyampaikan apresiasi mereka terhadap kehadiran MRP yang menurut mereka, ini baru kali bertemu secara langsung untuk menyampaikan aspirasi.

Dikatakan, pilkada pada lima tahun lalu dalam tahapannya ada banyak hal berjalan tidak sesuai dengan aturan serta ketetapannya. Hal-hal seperti ini yang banyak disampaikan oleh masyarakat dalam kegiatan atau pertemuan tersebut.

“Persoalan klasik seperti daftar pemilih tetap, surat suara dan undangan yang pada waktu lalu tidak terbagi berdasarkan daftar pemilih tetap, bahkan ada yang menggunakan surat suara orang lain tanpa sepengetahuan pemilik kertas suara tersebut,” jelasnya.

Menurutnya, dalam pertemuan tersebut, pihak Penyelenggara ditingkat bawah seperti PPD dan PPS turut hadir dan mendengar apa saja yang disampaikan masyarakat terkait teknis pelaksanaan pemilihan yang selama ini berjalan tidak sesuai dengan aturan serta harapan masyarakat. Oleh karenanya, harapan masyarakat setempat bahwa penyelenggara harus bekerja dengan jujur dan juga menjunjung tinggi netralitas saat bekerja.

Lanjut Duwiri, ada pengakuan masyarakat di Kampung ini bahwa dalam tahapan kampanye tertutup oleh empat pasangan calon di Kabupaten Waropen, dimana setiap pertemuan yang dilaksanakan oleh satu pasangan calon akan dihadiri oleh seluruh masyarakat tanpa membeda-bedakan pilihan mereka terhadap pasangan calon yang akan di pilih pada Pilkada serentak ini.

“Ketika paslon A turun ke kampung, pendukung paslon B, C dan D turut hadir untuk mendengar apa saja visi dan misi Paslon tersebut, demikian juga untuk paslon B. Hal ini sudah menandakan bahwa antusias dan demokrasi dalam pilkada ini akan terwujud, soal pilihan nanti masing-masing di bilik suara,” katanya.

Irene juga berharap agar dalam pelaksanaan Pilkada nanti, baik pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Waropen dapat berjalan dengan baik, dan secara khusus keterlibatan OAP harus benar-benar terwujud. Perjalanan jaring aspirasi kali ini terlaksana di Lima Distrik di Kabupaten Waropen bersama anggota Pokja Perempuan lainnya secara terpisah.

“Hasil jaring aspirasi ini juga akan kami koordinasikan dengan pihak penyelenggara, baik itu KPU maupun Bawaslu Kabupaten Waropen bersama Pemerintah Daerah dalam waktu dekat ini,” pungkasnya.

(Ewax)