BeritaPapua.co, Serui — Masyarakat pengguna jaringan internet di kabupaten kepulauan Yapen, secara khusus di kota Serui sempat meresahkan gangguan jaringan telekomunikasi yang terjadi sejak hari Selasa (5/7)sore.
Informasi yang diterima awak media ini, kondisi tersebut terjadi karena adanya jaringan kabel optik disalah satu titik mengalami gangguan. Namun hingga Rabu sore hari (6/7/2022) jaringan internet di kota Serui sudah berangsur-angsur pulih.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kepulauan Yapen, Wellem Zaman Bonai mengatakan adanya gangguan jaringan memang sangat berpengaruh karena saat ini dalam bekerja dan beraktivitas keseharian pemerintah dan masyarakat sudah berpindah dari manual ke sistim digital karena itu jaringan ini benar-benar harus aman.
“kita lihat ketika putus itu semua aktivitas terhenti baik pelayanan di Rumah Sakit ,Bank, Perkantoran dan Sekolah-sekolah ikut terganggu karena saat ini kita hidup diera digitalisasi” ucapnya.
Dikatakan bahwa kondisi seperti ini untuk kedua kalinya terjadi gangguan, pertama beberapa waktu lalu juga mengalami gangguan terhadap kabel yang putus dan pada saat ini ada gangguan di 4 titik terputus, namun sudah dapat diselesaikan dan berjalan lagi sebagaimana mestinya.
Untuk itu Wellem Bonai mengimbau kepada masyarakat jika ada sesuatu masalah hendaknya dibicarakan baik-baik apa masalahnya sehingga ada jalan keluarnya dan tidak melakukan tindakan-tindakan seperti ini karena hal tersebut merugikan kita semua bukan hanya pemerintah tetapi masyarakat juga rugi karena ikut terganggu dalam pelayanan.
“Dinas kominfo membuka diri kalau memang ada hal yang mungkin menjadi kendala sehingga kemudian dengan keterbatasan yang ada mengambil tindakan-tindakan seperti begini, mari kita bicarakan apa masalahnya sekarang kita sama-sama menjaga fasilitas ini karena fasilitas ini untuk kita bersama, kasihan tuh, kalau ada yang di rumah sakit terpaksa tidak bisa terlayani karena sistemnya tidak jalan, kan kasihan, kita berdosa banyak orang yang tidak tahu menahu persoalan kita,” tutur Bonai.
Kata Bonai, pihaknya belum dapat menyimpulkan kejadian ini dilakukan oleh manusia atau karena faktor alam karena yang dapat mengukur itu adalah pihak yang berwenang.
“Saya berharap tidak lagi terulang karena kalau terus-menerus terulang begini bisa berbuntut pada proses hukum, kasihan kita kalau diproses hukum kemudian harus ditahan dan laln-lain,” ujarnya.
Dirinya meminta apabila ada masalah agar dapat diselesaikan secara musyawarah dan jika memang ada kendala bisa dibicarakan dan diselesaikan.
Pada kesempatan itu Wellem Bonai mengajak untuk membantu pihak Telkom yang memiliki fasilitas, apalagi saat ini telah memenuhi syarat kabel yang harus ditanam dan mudah-mudahan tidak lama lagi sudah rampung.
(AG)











