Saireri

1.050 Peserta Ramaikan Lomba Memungut Sampah Yang Digelar Kelurahan Serui Kota

3
×

1.050 Peserta Ramaikan Lomba Memungut Sampah Yang Digelar Kelurahan Serui Kota

Sebarkan artikel ini
Lurah Serui Kota, Radinal Sidharta (kanan) saat memberikan arahan kepada peserta lomba tanda lomba memungut sampah dimulai

BeritaPapua.co, Serui — Berniat merubah pola pikir masyarakat tentang sadar lingkungan, apalagi keberadaan sampah bukan saja menjadi tanggung jawab pemerintah semata, Jajaran Kelurahan Serui Kota menggelar lomba memungut sampah berkelompok.

Diikuti sebanyak 105 kelompok peserta lomba memungut sampah ini sendiri dimulai sejak tanggal 1 hingga 5 Maret 2023.

Lurah Serui Kota, Radinal Sidharta mengemukakan lomba ini digelar guna memperingati Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh pada 21 Februari lalu, juga kegiatan ini sekaligus memperkenalkan bank sampah yang ada di Serui dan untuk mensukseskan pelaksanaan Sail Teluk Cenderawasih di Kepulauan Yapen.

“Karena kota ini penuh sampah terutama yang ada di areal Pasar sehingga ada pikiran mari kita sama-sama merubah pola pikir masyarakat tentang kesadaran lingkungan karena bicara sampah ini bukan tanggung jawab pemerintah saja melainkan semua masyarakat yang mendiami kabupaten ini,” ucap Radinal, Rabu (1/3/23).

Lanjutnya dengan adanya bank sampah maka sampah ini ternyata memiliki nilai ekonomis, bukan saja sampah itu harus dibakar habis tetapi sampah bisa didaur ulang untuk dijual dibank sampah.

“Kegiatan ini juga mendukung event Sail Teluk Cenderawasih yang mana kabupaten kepulauan Yapen sebagai salah satu pihak penyelenggara dan apalagi momen ini bertepatan menyambut hari ulang tahun kabupaten sehingga setelah berkoordinasi dengan pihak bank sampah dan dinas lingkungan hidup maka kegiatan ini dapat terlaksana,” ujarnya.

Radinal mengatakan lomba ini sengaja dilakukan secara kelompok karena kesadaran lingkungan itu tidak dapat dikerjakan satu atau dua orang melainkan harus dilakukan bersama-sama beberapa orang.

Selain itu menurutnya keberadaan sampah ini sangat memberikan dampak negatif apabila terus dibiarkan sehingga hal ini membuat pihaknya bersemangat untuk menyelenggarakan lomba kumpul sampah ini apalagi peserta yang sudah mengembalikan formulir pendaftaran sebanyak 105 kelompok, bila 1 kelompok diikuti 10 orang maka jumlah peserta lomba ini melibatkan 1.050 orang.

“Ternyata bicara sampah ini masyarakat mempunyai kepedulian hanya saja kita perlu memberikan cara-cara bagaimana untuk sampah ini diminati oleh masyarakat, walaupun kita tidak menyebutnya pemulung, tetapi begitu melihat sampah setiap orang tergerak untuk meletakkan sampah tersebut pada tempatnya,” pungkas Radinal Sidharta.

(AG)