Saireri

Tampilkan Project Pembelajaran Tengah Semester, SKKB Serui Gelar Open House

8
×

Tampilkan Project Pembelajaran Tengah Semester, SKKB Serui Gelar Open House

Sebarkan artikel ini
Siswa-siswi tingkat Sekolah Dasar SKKB Serui saat menampilkan hasil karya pembelajaran tengah semester di acara Open House

BeritaPapua.co, Serui — Tampilkan hasil karya para anak didik di tiga tingkatan sekolah pada setengah semester pembelajaran, Sekolah Kristen Kasih Bangsa (SKKB) Serui, Menggelar kegiatan open house, Kamis (30/3/2023).

Open house ini juga merupakan kunjungan para orang tua siswa disekolah guna melihat secara langsung program apa-apa saja yang telah dilakukan oleh pihak sekolah di paruh semester ini.

Pantauan awak media Berita Papua, berbagai hasil karya dari para anak didik mulai tingkat TK, SD dan SMP ikut ditampilkan dalam open house ini, Seperti pada tingkat SMP para siswanya menampilkan hasil karya melukis, Video Project observasi pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh sampah hingga Kegiatan berbagi ilmu dalam kasih persahabatan yang mana siswa SMP Kristen Kasih Bangsa datang langsung ke SMP Negeri satu atap Ambaidiru.

Kepala Sekolah Yayasan SKKB Serui, Priskilla C Yanisabputri mengatakan kegiatan open house ini puncak dari penilaian tengah semester berupa projek dari setiap jenjang pendidikan.

Lanjutnya,Sekolah Kristen Kasih Bangsa terdiri dari TK, SD dan SMP untuk anak didik ditingkat TK akan menampilkan dan mempresentasikan hasil pembelajaran tengah semester berupa tema transportasi, eksperimen perubahan wujud kemudian alat-alat pembelajaran yang digunakan oleh guru untuk digunakan murid-murid di kelompok bermain dan menampilkan gerak dan lagu yang mereka sudah pelajari selama ini.

“Untuk tingkat SD akan menampilkan pertunjukan Project mereka selama penilaian tengah semester, ada pertunjukan drama singkat dengan tema Daniel di Gua Singa berbentuk skit ada pertunjukan dibalik layar dengan permainan cahaya, kemudian ada presentasi tentang Family members dan Project integrasi beberapa mata pelajaran dalam dua bahasa,” Jelas Priskilla.

Sedangkan bagi anak-anak ditingkat SMP ungkap Priskilla, akan menampilkan hasil observasi mereka yang telah meneliti penyalahgunaan narkoba dikalangan tingkat SMP di kabupaten kepulauan Yapen dengan sampel beberapa sekolah yang sudah didatangi.

Selain itu adapula observasi pencemaran lingkungan di kampung Sarawandori dan Aromarea dilakukan secara langsung dan mendapatkan pengarahan dari Kepala dinas lingkungan hidup kabupaten kepulauan Yapen.

” Ada juga observasi tentang mision trip yaitu Project berbagi kasih melayani dengan hati di SMP satu atap Ambaidiru yang telah dilakukan anak kelas sembilan,” ujarnya.

Priskilla menuturkan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk merayakan dan mengapresasi hasil kerja keras para siswa selama ini sekaligus menggugah masyarakat kabupaten kepulauan Yapen agar pendidikan bisa lebih maju di kabupaten ini.

“Anak-anak telah membuktikan bahwa mereka sanggup melakukan project-project yang lumayan besar dan lumayan berat untuk mereka tetapi dengan tangguh , bersungguh-sungguh dan Jujur mereka telah kerjakan dengan baik,” tandasnya.

Sementara itu Koordinator pengawas dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten kepulauan Yapen, Sugeng Priyadi sebelum membuka acara open house ini menyampaikan bahwa SMP, SD dan TK Kasih Bangsa salah satu sekolah penggerak dari tiga sekolah penggerak yang ada di kabupaten Yapen.

Dijelaskan bahwa Sekolah penggerak adalah sekolah yang telah menerapkan kurikulum merdeka yakni kurikulum baru yang telah dicanangkan oleh pemerintah untuk sekolah.

“Pada kurikulum merdeka ini, intinya anak-anak dilatih untuk menampilkan kreativitas, Inovasi dan kemandiriannya serta kegiatan pembelajarannya salah satunya adalah projek penguatan profil pelajar Pancasila,” ucap Sugeng.

Pada kesempatan itu, Sugeng mewakili dinas pendidikan kabupaten kepulauan Yapen memberikan apresiasi terhadap proses pembelajaran yang telah diterapkan oleh SKKB Serui karena dapat memberikan contoh dan teladan kepada sekolah-sekolah lain.

“Kami dari Dinas Pendidikan kabupaten kepulauan Yapen mengapresiasi sebesar-besarnya kegiatan ini karena sudah menerapkan kurikulum baru dan mudah-mudahan bisa dicontoh oleh sekolah yang lain,” pungkasnya.

(A.Ginting)