Saireri

Ketua Bamuskam Menilai Kepala Kampung Turu Keliru dan Tidak Etis Mengadu Ke BPBD Papua

7
×

Ketua Bamuskam Menilai Kepala Kampung Turu Keliru dan Tidak Etis Mengadu Ke BPBD Papua

Sebarkan artikel ini
Ketua Bamuskam Kampung Turu, Sakarias Urus

BeritaPapua.co, Serui — Ketua Bamuskam Kampung Turu Sakarias Urus, meminta kepada Pejabat Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen Cyfrianus Y Mambay segera mengganti Kepala Kampung Turu karena telah ikut serta bersama rombongan beberapa Kepala Kampung lainnya mengadu kepada Kepala BPBD Propinsi Papua pasca bencana banjir dan longsor pada 6 April lalu.

Hal itu disampaikan Sakarias karena menurutnya langkah – langkah yang diambil kepala kampung telah keliru serta menyudutkan pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Yapen pasalnya pasca kejadian Longsor dan Banjir tanggal 6 April pemerintah daerah hadir dan memberikan bantuan kepada warga masyarakat.

“Ibu sekda Erny R Tania, hari itu langsung datang di lokasi dan serahkan bantuan bersama timnya juga Kepala BPBD, bukan itu saja hadir juga Kapolres Kepulauan Yapen Herzoni Saragih dan Dandim 1709 Yawa, Catur Prasetiyo Nugroho bersama dengan anggotanya,” ungkap Sakarias Urus, Sabtu (6/5/2023)

Kata Ketua Bamuskam apa yang dilakukan saudara kepala Kampung Turu saya pikir sangat keliru dan tidak etis sekali, apalagi waktu berangkat bersama rombongan ke Jayapura tidak Ijin atau berkoordinasi kepada Kepala Distrik selaku atasan di tingkat distrik.

“Saya ketua Bamuskam dan masyarakat meminta agar segera PJ Bupati melakukan pergantian sebelum Kepala Kampung Turu tiba di Serui, tidak boleh menunggu dirinya tiba harus secepatnya,” pinta Sakarias Urus.

Dia menjelaskan saat pertemuan reses salah satu anggota DPR Provinsi Papua di kampung Turu pada hari Rabu tanggal 26 April, tidak pernah ada penyampaian dari kepala kampung bahwa saat kejadian itu pemerintah daerah ada berikan bantuan untuk masyarakat, padahal bantuan itu diserahkan langsung oleh Sekda Erny R Tania dan Kepala BPBD bersama tim bahkan yang menerima langsung adalah Kepala Kampung dan Sekertaris.

Untuk itu, apa yang di sampaikan Kepala Kampung Turu di pertemuan dengan DPRP dan pertemuan di provinsi Papua itu jelas bentuk pembohongan publik Alias tidak benar.

“Untuk itu kami meminta segera PJ Bupati berhentikan yang bersangkutan karena kami menilai tidak mampu dan langkah yang di lakukan sudah mencederai marwah pemerintah daerah dan tidak menghargai semua bantuan baik dari pemerintah maupun TNI dan Polres di Kabupaten Kepulauan Yapen, seakan akan semua orang tutup mata dengan kejadian kemarin,” ujarnya.

Sementara ditempat yang sama, Luki Unane selaku warga masyarakat membernarkan peryataan Kepala Bamuskam Kampung Turu bahwa pemerintah daerah memberikan bantuan Sembako dan mengerahkan alat berat untuk membersikan lokasi longsor dan banjir.

“Dandim dan Kapolres juga memerintahkan anggotanya membantu masyarakat evakuasi juga pembersihan jalan yang tertimbun longsor, jadi apa yang di sampaikan Kepala Kampung jelas tidak benar sekali, harusnya berterima kasih,” ujarnya.

Ditambahkan Suleman Kamarea, selaku masyarakat Kampung Turu, juga turut menguatkan dan membenarkan bahwa. Pemerintah daerah pada saat kampungnya terdampak banjir dan longsor lalu telah mendapat bantuan dan itu benar.

“Kenapa kita tidak mengakui itu, kami ucapkan banyak terima kasih karena sudah di bantu dan menolong kami, baik itu dari pemerintah daerah, Polres Kepulauan Yapen dan Kodim 1709 Yawa. Kami melihat langsung Ibu Sekda bersama tim dari Pemda juga Kapolres Dandim datang dengan anggotanya,” tandas Suleman.

(A.Ginting)