Saireri

Gelar Gerakan Pangan Murah, Pemkab Yapen Warning Pelaku Usaha Kedapatan Mainkan Harga Beras Subsidi

1
×

Gelar Gerakan Pangan Murah, Pemkab Yapen Warning Pelaku Usaha Kedapatan Mainkan Harga Beras Subsidi

Sebarkan artikel ini

BeritaPapua.co, Serui — Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Yapen bekerjasama dengan KCP  Perum Bulog Serui menggelar Gerakan Pangan Murah yang dipusatkan di Distrik Kosiwo Kampung Ariepi 1.

Dibuka oleh Sekretaris Daerah Erny R Tania mewakili PJ Bupati, Gerakan Pangan murah ini diketahui serentak  dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia dan disiarkan secara online diikuti oleh OPD teknis di masing-masing daerah, untuk Provinsi Papua sendiri dibuka pada pukul 10 : 00 WIT.

“Kami di Kabupaten Kepulauan Yapen melaksanakan dua titik yaitu, Alun-alun Lapangan Trikora Serui yang dilaksanakan oleh Dinas Perindag dan Pihak ketiga dari PT. Sumber Makmur, sedangkan di Kampung Ariepi 1 adalah program Nasional yang diselenggarakan oleh Dinas ketahanan Pangan bersama KCP Perum Bulog Serui,” ungkap Erny Tania, Senin (26/6/2023).

Lanjutnya  dalam gerakan Pangan murah ini bahan pokok yang di jual adalah  Beras, Gula, Bawang Putih, Bawang Merah, Minyak Goreng, Cabe Keriting dan Rica kecil serta Komoditas yang kami anggap berdampak langsung pada Inflasi.

“Perlu diketahui bersama bahwa tahun ini Kabupaten Kepulauan Yapen melalui Dana BTT, kami alokasikan anggaran untuk penanganan Inflasi Total sebesar 2 Milyar 345 juta untuk kami beli beras 175 Ton di Takalar Sulawesi Selatan dengan harga per 1 kg 13.400 rupiah sudah sampai di Kantor  Kecap Perum Bulog Serui,” jelas Sekda Erny R Tania.

Sekda mengemukakan bahwa Subsidi dari Pemda sebesar 5.400 rupiah dari harga beras yang ada sehingga harga  jual ke konsumen menjadi 9.500 per Kg sedangkan 1 karung berisi 20 kg harga 190 ribu dan perlu diketahui bahwa beras yang disubsidi tersebut berwarna karung kuning berlogo Pemda Yapen  dan  hari ini juga telah dilaunching.

“Kami berharap agar semua distributor  dapat menjual sesuai harga yang sudah kami tentukan tidak mempermainkan harga di tengah masyarakat. Karena beras ini kami subsidi untuk membantu masyarakat dalam rangka mencegah inflasi,” ujarnya.

Sekda mewarning apabila ditemukan ada permainan harga oleh distributor atau pengencer di luar dari Rp 9.500 segera melaporkan kepada pihaknya agar menindak tegas secara hukum dan mendapat sangsi lainnya.

“Sekali lagi Saya tegaskan bahwa jika terdapat penyimpangan harga di lapangan yang dimainkan oleh distributor atau pengencer di lapangan  tolong melaporkan kepada kami agar kami menindak tegas secara hukum juga memberikan sangsi tidak main-main jadi jangan ada yang coba,” tandasnya.

Dirinya meminta agar pihak Kepolisian juga Kodim serta Wartawan dan seluruh masyarakat di Kabupaten Kepulauan Yapen ikut mengawasi dan memantau jika ada yang coba-coba bermain harga segera melaporkan.

“Kami informasikan kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Kepulauan Yapen bahwa kami pemerintah daerah melalui bapak PJ Bupati Cyfrianus Yustus Mambay mengalokasikan dana sebesar Rp 2 Milyar 345 juta  beli beras untuk Subsidi buat kebutuhan masyarakat. Kebijakan tersebut dilakukan karena, kita ketahui bersama bulan April dan Mei ada gagal panen akan menimbulkan kelangkaan beras dan pada saat itu kami mengundang Forkopimda rapat bersama sehingga kami mengambil kebijakan tersebut dan hari ini kami salurkan,” imbuhnya.

Turut hadir di kegiatan tersebut, Kadis Ketahanan Pengan Jerry M B Manderi  KCP Perum Bulog Serui Sarman, Kadis Perikanan, Daniel Reba, Kadis PMK Jan Lermatan, Deharalawani Rerei, Kadistrik Kosiwo Melianus Rumbewas, Perwakilan dari Polres Yapen Bripka Melky R.Ngilamele, PS Kanit II INDAGSI Sat Reskrim, Kepala Kampung dan Bamuskam serta Masyarakat Kampung Ariepi.

(A.Ginting)