Berita

Haris Yocku Ajak PGRI Jadi Mitra Pemerintah Terobos Persoalan Pendidikan

0
×

Haris Yocku Ajak PGRI Jadi Mitra Pemerintah Terobos Persoalan Pendidikan

Sebarkan artikel ini
Tampak Wabup Jayapura dan perwakilan Polres Jayapura bersama lanud Silas Papare dan pengurus PGRI Kabupaten Jayapura.

Berita Papua, Sentani — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Jayapura resmi menggelar Konferensi Ke-V untuk masa bakti 2025-2030. Kegiatan yang mengusung tema “Transformasi PGRI Menuju Indonesia Emas” ini dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard Yocku, di Aula SMK Negeri 1 Teknologi dan Rekayasa Sentani, Kamis (16/10/2025).

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Haris mengapresiasi kinerja pengurus PGRI periode sebelumnya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen untuk bersinergi dengan PGRI sebagai mitra strategis dalam memajukan dunia pendidikan.

“Kami berharap PGRI menjadi mitra pemerintah dan dapat menerobos bagian-bagian yang belum diselesaikan selama ini. Mari bergandengan tangan untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang ada,” ujar Haris Yocku.

Lebih lanjut, Wakil Bupati berharap, melalui konferensi ini, terpilih kepengurusan baru yang mampu mengemban tanggung jawab dalam mendidik generasi muda di Kabupaten Jayapura.

Ia juga menyebut peran PGRI dalam membantu perekonomian guru, menyelesaikan masalah administrasi, serta menyalurkan aspirasi para guru kepada pemerintah.

“PGRI mewakili semua guru yang ada di Kabupaten Jayapura. Kehadiran perwakilan dari PGRI Provinsi Papua, Lanud Silas Papare, dan Polres Jayapura pada konferensi ini semakin memperkuat kolaborasi kita,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Jayapura, Andreas Swewali menjelaskan bahwa konferensi ini akan membahas calon ketua umum baru serta berbagai hal yang mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

“Sampai saat ini, baru saya yang menyatakan diri mencalonkan. Namun, semuanya akan kita bahas lebih lanjut dalam sidang-sidang konferensi sesuai mekanisme AD/ART,” ujar Andreas.

Andreas juga memastikan bahwa proses pemilihan ketua akan mengutamakan guru berstatus non-honorer, sesuai dengan aturan organisasi.

Konferensi yang dihadiri oleh perwakilan guru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA/SMK.

(Yan Mofu)