Berita Papua, Jayapura — Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPC GAMKI) Kabupaten Waropen resmi menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) untuk periode kepengurusan 2025-2028.
Kegiatan yang berlangsung selama satu hari penuh itu digelar di Gereja Kristen Injili (GKI) Sion Manbui pada Rabu (18/3/2026).
Ketua DPC GAMKI Waropen, Yohanis Bisi Wonatorei menjelaskan bahwa Rakercab kali ini bertujuan untuk menjabarkan hasil Konferensi Cabang (Konfercab) 2025 ke dalam program kerja yang lebih teknis dan aplikatif.
“Kami telah merumuskan hasil Konfercab 2025 ke dalam program kerja GAMKI periode 2025-2028 dengan merekomendasi pokok-pokok pikiran. Program ini tentunya memperhatikan agenda-agenda kerja dari DPP dan DPD GAMKI,” ujar Yohanis melalui chat WhatsApp kepada Berita Papua, Kamis (19/3/2026).
Dalam waktu dekat, pengurus DPC GAMKI Waropen direncanakan akan menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) GAMKI Provinsi Papua yang dijadwalkan berlangsung pada bulan April 2026. Selain mengikuti rakerda, delegasi Waropen juga akan turut merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) GAMKI.
Lebih lanjut, Yohanis memaparkan sejumlah program kerja internal yang akan digulirkan sepanjang tahun 2026. Pihaknya berencana menggelar ibadah lintas denominasi gereja, bakti sosial, seminar, serta Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) secara rutin setiap bulan.
Tak hanya itu, kader-kader GAMKI Waropen juga akan diterjunkan untuk mengikuti Kongres Nasional GAMKI se-Indonesia yang akan berlangsung di Makassar. Sebagai puncak kegiatan di penghujung tahun, DPC GAMKI Waropen akan menggelar perayaan Natal bersama pada bulan Desember 2026 mendatang.
“Kami juga akan segera mengadakan rapat internal untuk membentuk kepanitiaan guna mengupayakan pengadaan sekretariat tetap GAMKI di Kabupaten Waropen,” tambahnya.
Yohanis menegaskan bahwa GAMKI Waropen tidak hanya bergerak di bidang kerohanian, tetapi juga memiliki komitmen kuat dalam advokasi sosial. Pihaknya menyatakan siap turun tangan mengadvokasi berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat, khususnya masyarakat adat.
“GAMKI siap menjadi mediator persoalan-persoalan masyarakat dan juga membantu pemerintah dengan memberikan masukan-masukan yang konstruktif untuk pengembangan pelayanan GAMKI melalui kemitraan dengan pemerintah,” tegasnya.
Dalam rumusan pokok pikiran yang dihasilkan Rakercab, GAMKI Waropen juga mendorong terciptanya kesetaraan gender (kesetaraan bender), pembebasan anak-anak dari praktik kerja paksa, serta penanganan anak-anak jalanan.
Di sisi lain, organisasi kepemudaan ini menyatakan sikap tegas terhadap berbagai tindakan yang merugikan negara dan bangsa. “GAMKI perangi perbuatan melawan negara, makar, intoleran, korupsi, kolusi, dan nepotisme,” pungkas Yohanis.
(Yan Mofu)











