Berita

Bakti Sosial di Keerom, Tokoh Adat Papua Pegunungan Minta Warga Sambut HUT RI Ke-81 Dengan Pesan Damai

0
×

Bakti Sosial di Keerom, Tokoh Adat Papua Pegunungan Minta Warga Sambut HUT RI Ke-81 Dengan Pesan Damai

Sebarkan artikel ini
Tampak Ketua Rukun Keluarga Papua Pegunungan (RKPT) Kabupaten Keerom, Simon Kossay membagikan bantuan sembako kepada masyarakat. (Ist)

Berita Papua, Keerom — Kegiatan bakti sosial yang dipimpin Ketua Rukun Keluarga Papua Pegunungan (RKPT) Kabupaten Keerom, Simon Kossay, berlangsung di Kampung Wonorejo PIR 4, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, Minggu (27/7/2026). Kegiatan ini menjadi upaya mempererat hubungan antara tokoh adat dan masyarakat, sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tengah warga Papua Pegunungan yang berdomisili di Keerom.

Dalam kesempatan tersebut, Simon menyampaikan rasa duka atas peristiwa yang terjadi di Kabupaten Yahukimo. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, menolak segala bentuk kekerasan, dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang berpotensi memecah belah kehidupan bermasyarakat.

“Selama lebih dari dua dekade, RKPT bersama unsur gereja dan para kepala suku terus membangun komunikasi serta menjaga kerja sama dengan pemerintah dan aparat keamanan demi menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” tegas Simon.

Ia menegaskan konsistensi peran RKPT sebagai jembatan komunikasi warga Pegunungan Tengah dengan pemerintah dan aparat keamanan di Keerom selama ini.

Selain menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada masyarakat yang hadir, Simon turut mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menyukseskan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menjaga keamanan, ketertiban, kerukunan, dan semangat persaudaraan.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan mendapat sambutan positif dari masyarakat yang hadir.

Kegiatan ini menegaskan bahwa di tengah situasi yang menuntut kewaspadaan, kepedulian sosial dan pesan persatuan justru menemukan momentumnya menjadikan bakti sosial bukan sekadar seremoni, melainkan juga ruang merawat kepercayaan antara tokoh adat, warga, dan negara menjelang perayaan kemerdekaan.

(Redaksi)