BeritaPapua.co, Jayapura — Digelarnya kejuaraan piala Ketua Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) kota Jayapura ke-3 turut melibatkan atlet-atlet karateka terbaik dari berbagai daerah di Tanah Papua.
Pj Wali Kota Jayapura, Frans Pekey mengapresiasi pelaksanaan kejuaraan Forki yang dihadiri atlet-atlet dari Papua Barat bahkan dari Provinsi Papua Selatan.
“Kejuaraan ini merupakan arena untuk kita punya para atlet karate dari berbagai perguruan dari Kota Jayapura bahkan daerah lain bisa menunjukkan kemampuannya untuk berkompetisi atau bertanding dalam perlombaan ini,” ujarnya kepada sejumlah awak media di Jayapura, Jumat (14/7).
Pekey berharap, kejuaraan ini bisa menghasilkan para atlet untuk mewakili Kota Jayapura, bahka Papua untuk mengikuti kejuaraan yang lebih besar lagi seperti Kejurnas, PON ataupun iven yang lebih besar lagi.
“Karena itu harapan saya kepada semua perguruan ataupun klub yang ada, hendaknya terus melakukan pembinaan bagi anak-anak kita, generasi kita yang ingin mengembangkan bakat dan kemampuannya di dunia olahraga karate,” imbuhnya.
Pekey juga meminta kepada panitia dan kepada para juri agar memberikan keputusan-keputusan yang obyektif dan tepat sesuai dengan hasil pertandingan yang dikumpulkan oleh para atlet.
Sementara itu, Ketua Panitia Open Karate Championship Piala Ketua Forki Kota Jayapura, Irma Sari Makmur mengatakan, iven ini merupakan ivent tahunan yang digelar secara bergantian, merupakan program rutin pengurus Forki Kota Jayapura.
Irma menjelaskan, bahwa kejuaraan ini bertujuan membina dan memberikan ruang kepada insan karate khususnya Dojo-dojo atau pemusatan latihan karate di Kota Jayapura dan umumnya diseluruh bumi cenderawasih agar dapat menunjukkan dan mengukur kemampuannya selama berlatih di dojo.
Kata dia, tidak hanya mencetak prestasi atlet tetapi juga untuk menjaga keharmonisan sesama karateka di tanah Papua, serta untuk mengembangkan olahraga karate agar lebih dicintai oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Olahraga karate merupakan olahraga tidak terukur, mungkin hari ini kita bisa juara tetapi belum tentu besok kita bisa juara,” ujarnya.
Menurutnya, kedisiplinan atlet serta pengurus dojo harus tetap menjaga peforma atlet agar tetap berada pada posisi siap bertanding.
“Dengan ivent yang rutin ini, dapat memberikan ruang kepada atlet-atlet tersebut untuk menunjukan kemampuan diatas tatami yang kita hormati bersama,”katanya.
“Sedikit lagi pra PON Cabang karate akan digelar di Kalimantan pada akhir Agustus 2023, kami berharap dari hasil kejuaraan ini, para atlet karate kita yang telah disiapkan KONI Papua bisa memberikan pengalaman baru,”ujarnya.
Tapi juga, menurut dia, merangsang atlet agar lebih siap menghadapi ivent nasional menuju PON ke-21 di Aceh dan Sumatera.
Para Karateka akan memperebutkan sebanyak 59 kelas kategori kata dan kumite dari pria usia dini, usia dini, pra pemula, pemula, kadet, junior, dan senior.
“Kami juga ada kelas juara atau disebut best of the best dengan memperebutkan piala bergilir Ketua Forki Kota Jayapura serta dana pembinaan,”katanya.
Irma menyebut, sumber dana kejuaraan ini merupakan dukungan dari KONI Kota Jayapura, dia berharap tahun depan bisa didongkrak naik, sehingga seluruh kegiatan dapat 100 persen bersumber dari KONI Kota Jayapura.
“Kami Forki Kota Jayapura mampu melaksanakan ivent nasional di bumi matahari terbit Port Numbay. Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh kontingen dan atlet peserta kejuaraan karate terbuka piala Ketua Forki Kota Jayapura ke-3,”ujarnya.
“Kami memohon maaf jika selama di Jayapura, mereka belum memberikan layanan yang prima. Tetapi kami yakin dengan ivent ini kami terus berbenah diri baik dari segi penyelenggaraan kejuaraan, perangkat pertandingan dan perwasitan terus kita tingkatkan,”katanya.
Dia menambahkan, sehingga kualitas hasil yang dicapai dari pertandingan itu tetap terjaga sesuai dengan aturan WKF dan sumpah karate.
(Renaldo Tulak)











