Info Jayapura

BPBD Kota Jayapura Susun Draft Pencegahan Bencana Untuk Dijadikan Peraturan Walikota

2
×

BPBD Kota Jayapura Susun Draft Pencegahan Bencana Untuk Dijadikan Peraturan Walikota

Sebarkan artikel ini
IMG 20230901 WA0036
Sosialisasi Rencana Kontingensi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami di Kota Jayapura

BeritaPapua.co, Jayapura — Pemerintah Kota Jayapura melalui BPBD Kota Jayapura mulai menyusun draft rencana pencegahan terhadap bencana alam Tsunami maupun gempa bumi untuk didorong sebagai Peraturan Walikota (Perwal).

Difasilitasi oleh BNPB pusat, dokumen rencana kontigensi itu disusun oleh pihak Pentahelix yang tergabung dalam unsur Pemerintah Daerah, Akademisi maupun masyarakat.

Rencana kontigensi tersebut bahkan sudah dilakukan mulai dari workshop, draft nol, finalisasi, semiloka hingga saat ini masuk tahap sosialisasi.

Kepala BPBD Kota, Asep Khalid menyebut, rencana kontigensi bakal disosialisasikan kepada stakeholder maupun masyarakat.

“Dokumen rencana kontingensi tersebut telah menjadi suatu dokumen maka kami akan teruskan menjadi salah satu aturan dalam bentuk Perwal yang mudah-mudahan tahun ini juga untuk divalidasi untuk jadi Peraturan Walikota,” ujar Asep kepada awak media di Jayapura, Kamis (31/8/23).

Asep mengungkap bahwa dokumen rencana kontingensi untuk Kota Jayapura disusun berdasarkan daerah rawan bencana.

“Daerah Tsunami itu rata-rata di sepanjang pantai wilayah kota Jayapura itu kalau nanti dilihat dalam dokumen itu hampir semua daerahnya, daerah merah,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktorat Kesiapsiagaan, Kedeputian Bidang Pencegahan BNPB, Diah Rusmiasih mengatakan dokumen perencanaan tersebut dibuat untuk menghadapi keadaan darurat bencana.

“Papua ini salah satu kota di Indonesia yang rawan terhadap gempa bumi dan tsunami Untuk itu kita membuat perencanaan,” ujarnya.

Kata dia, pihaknya akan menjadi fasilitator mendampingi tim penyusun.

“Dokumen ini memuat tentang satu tentunya skenario skenario kejadian bencana yang kita ambil yang terburuk di mana skenario ini kita dapat dari BMKG,” bebernya.

“Kita susun juga di situ juga sistem komando penanganan darurat bencananya, struktur organisasinya ada, komandannya siapa, Wakil dan bidang-bidangnya nanti siapa. Itu sudah ditetapkan,” pungkasnya.

(Renaldo Tulak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *