Jayapura, Beritapapua.co – Masyarakat Adat Port Numbay yang terdiri dari masyarakat kampung Kayopulo dan Kampung Kayu Batu menyerahkan aspirasi tertulis kepada KPU Kota Jayapura disalah satu hotel di Kota Jayapura, Kamis siang (09/05/2019).
Awalnya rencana aksi demo damai ini dilakukan ditempat berlangsungnya pleno rekapitulasi suara, berhubung aparat kepolisian tidak mengizinkan dan hanya mengizinkan perwakilan dari pendemo untuk langsung menyerahkan aspirasi tertulis mereka kepada KPU Kota Jayapura.
Dalam aspirasi masyarakat adat, mereka meminta KPU agar mengawal suara Caleg mereka dan juga meminta agar ada keterwakilan masyarakat adat didalam kursi legislatif di Kota Jayapura.
Frans Sibi sebagai kepala suku Sibi, menyampaikan bahwa Aspirasi ini telah diserahkan sepenuhnya kepada KPU kota Jayapura untuk mengawal keterwakilan masyarakat adat dalam Pileg 2019 ini.
“Kami minta kejujuran dan kebenaran adat dari KPU untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya terhadap masyarakat, bangsa dan negara,” pinta Frans Sibi usai penyerahan aspirasi kepada KPU.
Ditempat terpisah Marthin Chaay sebagai kepala suku Chaay mengatakan bahwa selama ini tidak ada keterwakilan masyarakat adat Port Numbay khususnya dari kampung Kayu Baru dan Kampung Kayopulo dalam legislatif sehingga membuat banyak pembangunan di Kota Jayapura Terhambat.
“Apa yang kami laksanakan sekarang bahwa, kami juga ingin terlibat dalam pembangunan. Sebab pembangunan berada di kami punya wilayah adat tapi seperti kami disepelekan dan diabaikan,” tegas Marthin Chaay.
Untuk diketahui cara melakukan aksi demo damai ini terbilang unik dan tidak seperti biasanya para pendemo lainnya, dengan menggunakan kendaraan roda enam (Truck) dan beberapa kendaraan minibus mereka bernyanyi dan menari menggunakan alat musik tradisional hingga busana tradisional dengan cara berkeliling Kota Jayapura hingga berkumpul di GOR Cendrawasih.
(Redaksi)



















