BeritaPapua.co, Sentani — Semua elemen masyarakat di Papua, diajak untuk menghilangkan stigma atau pandangan miring yang menyebut bahwa, kunjungan Anies Baswedan ke Papua untuk rayakan natal bersama dengan Orang Papua turut membawa masuk politik identitas.
“Jangan berprasangka buruk atas kunjungan Anies Baswedan. Memang dalam kunjungan ini, beliau datang juga dalam kapasitas sebagai calon presiden yang di usung Partai NasDem, tetapi tidak membawa poltik identitas, karena sosok Anies sangat menghargai nilai-nilai keberagaman dan pluralisme,” ujar Ketua Pilar Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa Tabi Papua, Rinaldy David Tokoro kepada media ini di Sentani, Rabu (07/12).
Dikatakan, pihaknya memberikan apresiasi yang besar kepada sosok Anies Baswedan yang nota bene adalah seorang calon presiden Republik Indonesia yang ingin datang merayakan natal bersama di Tanah Papua. Jika dilihat dari sisi yang berbeda bahwa selama di Papua sangat menjaga keberagamaan, serta menjaga dan merawat Papua sebagai zona integritas kerukunan umat beragama.
Menurutnya, di Papua tidak membedah-bedahkan mana kelompok Kristen mana kelompok Muslim, karena di Papua sini betul-betul menjadi miniatur Indonesia. Dengan demikian, maka tidak ada salahnya jika sosok Anies Baswedan hadri di Papua, lebih khusus dalam merayakan natal bersama ini.
Dikatakannya, apa yang ingin dilakukan oleh seorang Anies dengan datang ke Papua rayakan natal hendaknya juga mendapat perhatian dari tokoh-tokoh nasional lainnya. Kunjungan Anies tersebut ingin menyatakan tentang pentingnya membangun nilai-nilai keberagaman, nilai-nilai persatuan, nilai-nilai integritas, sambil melihat bahwa perbedaan itu indah.
“Jadi pada prinsipnya saya bersama seluruh pemuda pelajar dan mahasiswa Tabi Papua dan seluruh elemen masyarakat yang besok akan merayakan natal sangat menerima kehadiran beliau Anies Baswedan. Sebagai pemuda kami pastikan bahwa kehadirannya juga memberikan gambaran bahwa Papua penting bagi Indonesia, Papua ini juga adalah bagian integral yang tidak terpisahkan dari Indonesia.Oleh karena itu, terima kasih sosok Anies Baswedan yang membawa nilai-nilai pluralis,” ujar Rinaldy.
Disinggung mengenai adanya kelompok kecil yang menyatakan tolak kunjungan Anies Baswedan, pemuda Papua yang sangat vocal menyuarakan terkait pentingnya keberagaman ini menyatakan, bahwa tidak perlu menanggapi berlebihan pernyataan penolakan tersebut.
“Saya pikir tidak ada penolakan, kalau ada satu dua orang yang menggunakan hak konstitusinya untuk berbicara didepan umum ya silakan saja, tapi ingat bahwa kami semua orang Papua sedang gembira dan sedang sukacita ini karena sosok Anies akan datang terlepas dari kegiatan ini dilakukan oleh Partai NasDem. Tapi NasDem tau bahwa Papua ini ada orang-orang Kristen yang terus mendorong nilai-nilai pluraris,” ujarnya
Dirinya menyampaikan, bahwa sosok Anies ini adalah sosok yang sangat menghargai orang Papua, terlebih yang Bergama Kristen. “Jadi kalau dia hadir dalam sukacita natal, sukacita dengan orang Papua inikan indah sekali, mari kita sama-sama melihat ini juga karunia Tuhan, mari kita rayakan natal ini dengan hati yang baik, bersih, jauhkan itu diskriminasi, fitnah, ujaran kebencian jauhkan semuanya karena kita sedang menghadapi natal,” ajaknya.
Ditempat terpisah, tokoh pemuda Papua, Gifly Buiney menandaskan, kunjungan Anies Baswedan ke Papua adalah murni dalam rangkah mengikuti perayaan natan nasional yang akan di selenggarakan oleh Partai NasDem . Anies hadir sebagai salah satu tokoh publik nasional yang juga kemudian berpotensi mencalonkan diri sebagai RI 1 atau calon presiden.
“Kami berikan apresiasi karena di tengah-tengah kesibukan, kunjungan pak Anies ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk Papua menjadi salah satu daerah yang menjadi atensi beliau datang mengikuti natal, artinya ini menandakan bahwa beliau tidak seperti yang dibicarakan beberapa pihak, bahwa beliau itu ada kaitannya dengan politik identitas dari kelompok tertentu,” pungkasnya.
Menurut Buiney, kehadiran Anies pada saat natal nanti adalah bentuk beliau menunjukan diri bahwa beliau ini adalah seorang nasionalis, ini yang perlu dipahami semua pihak. Sehingga, jika ada yang memainkan isu politik identitas, itu sangat tidak benar.
“Kita tahu bersama bahwa Papua ini mayoritas Nasrani, tapi beliau memutuskan untuk datang natal itu adalah sesuatu yang luar biasa. Untuk kedatangan pak Anies ke Papua mendapat dukungan masyarakat yang cukup tinggi,ini terlihat dari banyaknya keterwakilan kelompok masyarakat yang kemudian datang mengkoordinasikan diri untuk menyambut pak Anies
Disinggung mengenai penolakan oleh sekelompok orang, Gifly menyatakan bahwa sampai sejauh ini belum ditemukan adanya penolakan yang sangat signifikan. Tidak ada penolakan. “Persoalan mungkin ada kelompok-kelompok tertentu yang tidak terima itu biasa, kita tidak perlu menanggapi secara berlebihan karena mungkin saja mereka punya pertimbangan lain tapi pada dasarnya sampai dengan saat ini tidak ada penolakan yang sangat signifikan,” ucapnya.
(YFT)











