Kota Jayapura

Kurangnya Fasilitas Pendukung Keselamatan di Jembatan Youtefa, Polisi Kesulitan Pantau Area Berbahaya

5
×

Kurangnya Fasilitas Pendukung Keselamatan di Jembatan Youtefa, Polisi Kesulitan Pantau Area Berbahaya

Sebarkan artikel ini
Babinkamtibmas Kampung Enggros, Steven Fenetruma Bersama Anggota Satuan Polair Polresta Jayapura kota Tampak Sedang Berjalan Kaki Memantau Situasi Keamanan di Jembatan Merah Youtefa Jayapura

BeritaPapua.co, Jayapura — Maraknya para oknum yang suka melakukan miras, mengotori dan bahkan yang ingin mencelakakan diri sendiri dengan memanjat dan bermain di area terlarang jembatan merah Youtefa membuat pihak kepolisian kesulitan memantau secara cepat.

Padahal fasilitas pendukung keselamatan sudah ada sejak awal pembangunan jembatan merah Youtefa, namun telah dirusak oleh oknum-oknum nakal.

Fasilitas pendukung keselamatan tersebut meliputi, CCTV dan pengeras suara agar anggota kepolisian di area pos terpadu jembatan Youtefa bisa memantau sekaligus meminimalisir secara cepat dari kejauhan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Saat ditemui awak media, Babinkamtibmas Kampung Enggros, Steven Fenetruma mengungkap bahwa sejak dirinya berdinas di pos terpadu jembatan Youtefa maraknya masyarakat yang mengkonsumsi miras serta oknum yang hendak mencelakakan diri sendiri cukup sering terjadi.

Kata Steven, fasilitas pendukung seperti CCTV sudah tidak ada sejak 2 tahun lalu sehingga pihaknya terkendala memantau dari pos terpadu jembatan merah Youtefa.

“Sampai saat ini tidak ada tanggapan dari pemerintah kota untuk mungkin diganti atau dipasang kembali karena kita terkendala dengan alat-alat itu untuk pantau dari pengawasan pos terpadu jembatan,” ujarnya.

Steven menjelaskan, jika hal tersebut dibiarkan maka jembatan merah Youtefa bakalan kembali menelan korban jiwa terus menerus.

“Dampak ini kalau dibiarkan perut terus ke depan akan terjadi kecelakaan,” imbuhnya.

Bahkan, dia menyampaikan berdasarkan data kepolisian jembatan Youtefa telah merenggut belasan nyawa.

“Dari data kita sampai saat ini balasan orang yang jatuh dari jembatan yotefa Jadi kami butuh perhatian dari pemerintah kota atau instansi terkait,” tegasnya.

Stefen yang juga selaku anggota Satpolair jembatan Youtefa menambahkan, bahkan pihaknya Kesulitan memantau para kawula muda yang melakukan aksi balapan motor di area lintasan jembatan merah Youtefa tersebut.

“Terus dengan balapan balapan liar anak-anak muda saat ini sangat mengganggu sekali lalu lintas di atas Jembatan Merah,” tutupnya.

(Renaldo Tulak)