Berita Papua, Jayapura — Keondoafian Kampung Waena menggelar kegiatan bakti sosial sekaligus pembagian sembako kepada warga dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Jumat (14/8/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Bersatu Membangun Kampung, Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” ini dihadiri oleh tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, mama-mama Papua, hingga anak-anak setempat.
Mewakili Keondoafian Kampung Waena, Kedor Modouw mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum kebersamaan ini sebagai kesempatan untuk memperkuat persatuan sekaligus menjaga jati diri Orang Asli Papua sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Kampung meriah, adat kuat, Indonesia bersatu bukan hanya sebuah tema, tetapi menjadi semangat kita bersama untuk menjaga adat, budaya, kerukunan, dan kedamaian di tengah masyarakat,” ujar Kedor Modouw.
Ia menegaskan pentingnya membangkitkan kembali semangat persatuan, baik antarsesama Orang Asli Papua maupun dengan masyarakat non-OAP. Menurutnya, perbedaan suku, agama, dan latar belakang bukan alasan untuk terpecah, melainkan harus menjadi kekuatan untuk hidup berdampingan dan membangun kampung secara bersama-sama.
“Adat harus menjadi landasan dalam menjaga keharmonisan serta menyelesaikan setiap persoalan dengan cara-cara yang damai,” katanya.
Kedor Modouw juga mengajak masyarakat untuk mendukung pembangunan dan program-program pemerintah yang memberikan manfaat bagi warga. Ia meminta masyarakat turut menjaga lingkungan kampung serta menciptakan suasana aman dan nyaman agar pembangunan dapat berjalan dengan baik.
“Mari kita menjadi bagian dari pembangunan, menjaga lingkungan kampung, serta menciptakan suasana yang aman dan nyaman agar pembangunan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Kedor Modouw mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh hoaks, hasutan, maupun informasi yang dapat memecah belah persatuan. Ia mengajak seluruh warga menolak segala bentuk kekerasan dan upaya perpecahan.
“Dengan kampung yang meriah, adat yang kuat, dan masyarakat yang bersatu, kita wujudkan Papua yang aman, damai, dan maju dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.
Di sela-sela bakti sosial, anak-anak turut memeriahkan peringatan HUT RI melalui berbagai perlombaan, di antaranya lomba makan kerupuk, lari kelereng, memasukkan bolpoin ke dalam botol, jalan balon, dan goyang balon.
(Renaldo Tulak)











