Berita Papua, Jayapura — Presidium Pemuda Adat Tabi Kota Jayapura menggelar Festival Budaya dan Kuliner di Lapangan Trikora, Abepura, Kota Jayapura, Papua, Sabtu (15/8/2026), dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Kegiatan ini melibatkan sejumlah paguyuban yang bermukim di Kota Jayapura serta perwakilan pemuda dari berbagai wilayah adat di Papua.
Ketua Presidium Pemuda Adat Tabi Kota Jayapura, Frank Reynould Coe, mengatakan festival tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Presidium Pemuda Tabi dengan komunitas paguyuban yang tinggal di Kota Jayapura. Menurutnya, rencana kegiatan ini sebenarnya telah disiapkan sejak lama sebelum akhirnya terlaksana pada hari ini.
“Hari ini dalam menyongsong HUT negara kita, Republik Indonesia yang ke-81, kita dari Presidium Pemuda Tabi menggandeng teman-teman dari paguyuban yang ada tinggal di Kota Jayapura untuk melaksanakan festival kuliner dan budaya ini,” kata Frank disela-sela kegiatan.
Frank menjelaskan, festival ini turut menghadirkan sejumlah paguyuban yang ada di Kota Jayapura, di antaranya pemuda KKSS, pemuda Batak, pemuda Jawa, hingga komunitas asal Nusa Tenggara Timur (NTT).
Selain itu, kegiatan juga melibatkan perwakilan pemuda dari wilayah adat Saireri, khususnya Supiori, serta wilayah Tabi yang mencakup Mamberamo, Sarmi, dan Kabupaten Jayapura (Keerom). Sebagai tuan rumah, Port Numbay turut diwakili oleh sepuluh kampung.
“Kami sebagai tuan rumah Port Numbay dari 10 kampung ada,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Frank menyampaikan pesan khusus kepada para pemuda di Papua untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan masing-masing.
Ia menilai, situasi yang kondusif di tingkat kabupaten maupun kota akan tercipta dengan sendirinya apabila seluruh elemen masyarakat, termasuk paguyuban, saling bergandengan tangan menjaga ketertiban.
“Kalau kita sudah sama-sama menjaga, dengan gandeng dengan teman-teman yang ada dari paguyuban yang ada, otomatis kita punya tempat yang kita tinggal itu sangat aman sekali,” katanya.
Ia menambahkan, kondisi aman dan kondusif di Kota Jayapura menjadi harapan bersama, termasuk dari pemerintah daerah, karena berkaitan langsung dengan iklim investasi di Papua.
“Hal itu yang memang diharapkan oleh tokoh-tokoh, Bapak-bapak dorongan pemerintahan, supaya bisa mendatangkan investor. Apabila kota kita sudah aman, berarti investor banyak yang berminat untuk membangun negeri ini,” pungkas Frank.
(Renaldo Tulak)











