Kota Jayapura

Peringati Hari Tani Nasional, Ondoafi Kayo Batu Bagikan Beras dan Bibit Cabai Untuk Warga

0
×

Peringati Hari Tani Nasional, Ondoafi Kayo Batu Bagikan Beras dan Bibit Cabai Untuk Warga

Sebarkan artikel ini
Tampak Ondoafi Kampung Kayo Batu, Rudolf Makanuay membagikan bantuan beras dan bibit cabai buat warga penerima manfaat.

Berita Papua, Jayapura — Memperingati Hari Tani Nasional yang jatuh setiap 24 September, Ondoafi Kampung Kayo Batu menggelar bakti sosial dengan membagikan bantuan beras dan bibit cabai kepada masyarakat.

Kegiatan yang mengusung tema “Masyarakat Adat sebagai Penggerak Lumbung Kampung untuk Pangan Berdaulat di Tanah Papua” ini berlangsung di kediaman Keondoafian Kayo Batu, Deplat, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Rabu (23/9/2026).

Sebanyak 75 paket bantuan beras dan bibit cabai disalurkan kepada warga yang hadir, terdiri dari tokoh adat, tokoh masyarakat, serta mama-mama Papua, dengan tujuan memperkuat lumbung kampung sebagai upaya penguatan ketahanan pangan di Tanah Papua.

Ondoafi Kampung Kayo Batu, Rudolf Makanuay, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah menyalurkan yang selama ini aktif mendampingi warga kampung.

“Sebagai orang tertua di kampung ini, kami juga mau bilang terima kasih kepada pemerintah pusat yang dalam hal ini membantu kami dalam rangka Hari Tani Nasional. Jadi dari pusat yang selalu datang lihat kami di kampung,” ujar Rudolf dalam sambutannya.

Tampak foto bersama Ondoafi Kampung Kayo Batu, Rudolf Makanuay didampingi tokoh adat bersama masyarakat.

Ia juga menyambut baik bantuan tersebut dan berpesan kepada mama-mama Papua agar merawat tanaman yang diberikan.

“Jadi dengan bantuan sedikit ini, mama-mama tolong dijaga dan kita rawat. Selain kita pakai masak, selain mungkin jual, jadi yang mereka bawa itu bibit. Satu kata kita bilang terima kasih,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Rudolf juga menekankan pentingnya peran masyarakat adat sebagai penggerak utama dalam membangun lumbung kampung.

Ia mengingatkan bahwa tanah, hutan, air, dan hasil bumi adalah sumber kehidupan masyarakat Papua yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Tanah bukan sekadar tempat berpijak, tetapi warisan leluhur yang harus dijaga. Orang Papua bilang tanah itu mama, dari situ kita tanam dan kita makan,” katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa melalui kebun dan pengembangan pangan lokal seperti sagu, keladi, ubi, pisang, sayuran, cabai, ikan, dan hasil bumi lainnya, setiap kampung dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pemberian bibit cabai ini menjadi langkah nyata untuk menghidupkan kembali kebun-kebun kampung. Bibit yang diberikan bukan sekadar bantuan, tetapi menjadi awal untuk menanam, merawat, memelihara, dan mengembangkan pangan secara mandiri,” ujarnya.

Rudolf juga mendorong keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian. Menurutnya, pengetahuan leluhur dan kearifan lokal tentang tanah, musim, tanaman, hutan, dan sumber air perlu dijaga serta dikembangkan bersama pengetahuan dan teknologi yang dimiliki generasi muda.

“Generasi muda juga perlu dilibatkan agar pertanian menjadi ruang berkarya, berinovasi, dan membangun ekonomi di kampung. Mari kita tanam bibit hari ini untuk memandang harapan di masa depan. Mari hidupkan lumbung kampung, perkuat pangan lokal, jaga tanah dan alam serta cucu. Pangan yang berdaulat dimulai dari kampung,” pungkasnya.

(Renaldo Tulak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *