Ilaga, Beritapapua.co — Situasi pasca kerusuhan kabupaten Jayawijaya, Papua telah merambat ke beberapa daerah di pegunungan, membuat Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) telah memasuki Ilaga, Ibu Kota Kabupaten Puncak, membuat situasi makin mencekam.
Bupati Puncak Willem Wandik meminta penambahan pasukan keamanan di daerahnya mengingat situasi keamanan semakin genting pasca KKSB masuk area kota dan membakar rumah warga.
“Mengingat ancaman OPM ini sudah masuk di kota, kami meminta bantuan backup pasukan kepada Kapolda dan Pangdam,” kata Bupati Wandik saat memantau situasi di Ilaga, Senin (30/9).
Dirinya menyatakan, daerahnya dalam situasi genting dari ancaman penembakan oleh KKSB yang juga telah masuk membakar sedikitnya 10 rumah penduduk.
“Seluruh masyarakat harus dilindungi, kantor-kantor pemerintahan harus dijaga dalam situasi seperti ini. OPM ini sudah masuk ke dalam kota dan membuat warga ketakutan, baik itu non Papua maupun asli Papua,” katanya.
“Kami masih kesulitan menayangkan situasi Ilaga secara visual karena keterbatasan akses internet di Ilaga, untuk mengirim gambar maupun rekaman video dari lapangan”
Sebelumnya, KKSB membakar sedikitnya 10 rumah warga di pinggiran Kota Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, sejak Sabtu (28/8) hingga Senin (30/9).
Salah satu yang menjadi sasaran pembakaran adalah Honai (rumah khas masyarakat pegunungan Papua) milik Kepala Distrik Kimak, Kabupaten Puncak, Sabtu malam.
Pada Senin pagi, aparat keamanan TNI-Polri terlibat kontak tembak dengan KKSB di sekitar 500 meter dari Kantor Bupati Puncak (pusat kota) dan ujung Bandara Aminggaru, Distrik Omukia, Puncak.
Serangkaian teror tersebut membuat situasi di Ilaga, Ibu Kota Kabupaten Puncak mencekam. Seluruh aktivitas warga, kantor-kantor pemerintah, pertokoan/kios, hingga bank lumpuh total. (sp)
(Red)











