Kriminal

5 KKB Angkaisera dan Yapen Timur, Susul Noak Orarei Serahkan Diri dan Senpi

7
×

5 KKB Angkaisera dan Yapen Timur, Susul Noak Orarei Serahkan Diri dan Senpi

Sebarkan artikel ini
Mantan anggota KKB Yapen Timur STW saat menyerahkan senjata api rakitan ilegal kepada Kapolres Kepulauan Yapen AKBP Ferdyan Indra Fahmi (AG)

BeritaPapua.co, Serui — Pasca penyerahan diri pimpinan KKB Kepulauan Yapen distrik Kosiwo, Noak Orarei pada pertengahan bulan Maret lalu, Jajaran Polres Kepulauan Yapen kembali menerima penyerahan diri 5 orang mantan anggota KKB wilayah distrik Angkaisera dan Yapen Timur dengan inisial PW, YW ,EM, YT dan STW.

Penyerahan diri kelima mantan anggota KKB ini hanya diikuti oleh 4 mantan anggota KKB karena satu diantaranya tengah dalam kondisi sakit, Penyerahan diri mereka ikut disertai dengan penyerahan 4 pucuk senjata api rakitan ilegal berserta 11 butir amunisi yang terdiri dari 10 butir  Kaliber 5,56mm dan 1 butir Kaliber 7,62 mm.

Bersamaan dengan penyerahan senjata api rakitan ilegal oleh masing-masing mantan anggota KKB tersebut ikut pula digelar prosesi cium bendera bahkan prosesi yang bisa dibilang sakral ini terlihat  beberapa mantan anggota sempat meneteskan air mata saat prosesi cium bendera merah putih.

Kapolres Kepulauan Yapen, AKBP Ferdyan Indra Fahmi dalam keterangan resminya mengatakan penyerahan diri anggota masyarakat yang sempat berseberangan dengan NKRI adalah sebuah upaya lanjutan yang dilakukan dengan  pendekatan secara  humanis, Peningkatan  Kesejahteraan dan Kemanusiaan sehingga hari ini ( Senin,26 April 2021) kembali membuahkan hasil .

“Empat pucuk senjata api rakitan ini beserta amunisinya dibawah dari wilayah masyarakat kita sebagian dari kampung Menawi dan Dawai, Sehingga apa yang kami lakukan dalam hal ini memberikan pemahaman , penjelasan sekaligus memberikan jaminanan kepada saudara-saudara kita ini bahwa tinggalkan hal dulu yang pernah bergabung dengan kelompok-kelompok yang sifatnya mengganggu keamanan, ketertiban masyarakat atau kelompok apapun yang memperjuangan pemisahan diri dari NKRI,” jelas Kapolres Ferdyan.

Mewakili jajaran Polres Kepulauan Yapen, AKBP Ferdyan Indra Fahmi dan Wakapolres Kompol Praja Gandha Wiratama menyambut baik dan menerima dengan tangan terbuka penyerahan diri keempat anggota masyarakat ini yang dengan sengaja atau sukarela menyerahkan diri beserta empat pucuk senjata api rakitan ilegal.

Dengan penyerahan diri anggota KKB saat ini, Menurut AKBP Ferdyan bahwa imbauan yang pernah disampaikan oleh Noak Orarei pada penyerahan dirinya beberapa waktu lalu telah dilihat oleh para rekan seperjuangannya bahwa setelah penyerahan diri Noak Orarei pihak Kepolisian tetap konsisten mendukung dan mensupport apa yang menjadi harapannya sehingga fakta-fakta itu dilihat dan diikuti oleh keempat mantan anggota KKB ini yang saat ini ikut menyerahkan diri.

“Ini adalah upaya hasil tindak lanjut yang pernah kita lakukan dan tidak akan berhenti sampai disini, masih ada beberapa titik yang menjadi fokus konsentrasi kita untuk mencoba kita lakukan pendekatan lagi, memang tidak bisa langsung diraih hasilnya tetapi dibutuhkan kesabaran dan Kerja keras, ” ujar mantan Kapolres Pegunungan Bintang.

Selain itu yang lebih penting dikatakan bahwa Kepolisian bisa mendapat kepercayaan dari masyarakat bilamana yang bersangkutan kembali dapat menjadi warga masyarakat yang baik, mengikuti aturan hukum yang ada di negara kita dan mereka mendapat dukungan, Perhatian atau support apa yang menjadi harapan mereka sehingga dibutuhkan peran serta dari kita semua.

“Dari polres kepulauan Yapen sekali lagi akan berupaya menggandeng pemerintah daerah bahwa masyarakat kita bila diberikan pemahaman, kesempatan untuk bisa mendapatkan hidup yang lebih baik lagi tentunya hal-hal seperti ini akan lebih banyak lagi  dapatkan sehingga kita betul- betul bisa menjamin keamanan , ketertiban diwilayah hukum kabupaten kepulauan Yapen selalu terwujud,” harap Kapolres.

Dalam kesempatan itu salah satu mantan anggota KKB Yapen Timur STW menuturkan kehadiran bersama beberapa rekannya di polres kepulauan Yapen untuk menyerahkan senjata api rakitan ilegal yang dikuasai selama ini oleh dirinya dan para rekannya bahkan bukan hanya senjata api rakitan saja yang ingin diserahkan melainkan dirinya juga bersama beberapa rekan ingin menyerahkan diri.

“Kami mengucap syukur karena bapa-bapa semua terima kami dengan baik, Sore hari ini (26/04) kami datang serahkan 4 pucuk senjata ini, mungkin lalu kami sudah buat apa yang tidak diizinkan oleh negara tetapi kami selaku manusia berdiri pada kehidupan kita, kami bawah 4 pucuk  senjata dan serahkan, Kami bukan serahkan senjata saja tetapi kami menyerahkan diri kami kepada kepolisian resor kepulauan Yapen, Tetapi kami rindu kepada negri ini,” ucap STW dengan mata berkaca-kaca.

(AG)