BeritaPapua.co, Sorong — Nasib apes dialami salah seorang penumpang KM Labobar tujuan Sorong ini harus kehilangan barang bawaannya bernilai belasan juta rupiah yang raib digasak pencuri.
Kejadian ini dialami salah seorang ibu yang enggan menyebutkan namanya, dia harus kehilangan barang bawaannya di saat KM Labobar tengah berlayar menuju pelabuhan Sorong pada, Jumat (28/4/2023) malam.
Kejadian inipun bermula ketika dirinya yang mendapatkan tempat tidur di kamar eks kelas I di Dek 6 Kapal, usai KM labobar lepas tali dari pelabuhan Manokwari menuju Sorong saat sempat tertidur sesaat namun ketika
terbangun sekitar pukul 22:30 WIT (28/4), ia mendapati barang bawaannya berupa tas sudah tidak ada disampingnya.
Tersadar tas hitam miliknya sudah raib ,dirinya lantas meminta bantuan penumpang lain untuk turut membantu mencari seraya melaporkan kejadian ini ke pihak keamanan atau security kapal guna mengecek melalui cctv yang berada di dalam dek kapal.
Dari pantauan awak media ini yang turut membantu mengecek melalui cctv sekitar kapal bersama petugas tidak menemukan tanda-tanda mencurigakan ,mirisnya disekitar lorong kamar eks kelas I inipun tidak tersedia cctv sehingga membuat pencarian menjadi buntu.
Secara bersamaan beberapa penumpang yang turut melakukan pencarian menemukan sebuah tas berwarna hitam di sebuah tangga di dek 6 hall A diduga kuat milik korban ternyata setelah di cek isi tas tersebut sudah dalam kondisi kosong.
Akibat kejadian ini, Korban harus merelakan kerugian belasan juta rupiah berupa uang tunai sebesar Rp 2.000.000 dan perhiasan emas yang diperkirakan mencapai 12 juta hingga beberapa kartu ATM dan kartu identitas.
Melihat kejadian menimpa seorang ibu ini beberapa penumpang lain sesama pengguna kamar eks kelas I ikut mencemaskan fasilitas kamar eks kelas I di Kapal KM Labobar yang tidak memberikan akses kunci pintu meskipun harga yang dikenakan sama dengan harga kelas ekonomi.
Sementara itu disisi lain petugas Kapal disetiap pemberhentian atau pelabuhan yang disinggahi selalu menghimbau kepada para penumpang melalui pengeras suara untuk terus berhati-hati dan waspada dalam menjaga barang bawaannya bahkan pihak kapal menyediakan jasa penitipan barang-barang berharga secara gratis tanpa dipungut biaya.
(A.Ginting)











