Nasional

Jaga Hutan Manggrove 10 Tahun, Petronela Meraudje Dianugerahi Kalpataru 2023 Dari Menteri LKH

4
×

Jaga Hutan Manggrove 10 Tahun, Petronela Meraudje Dianugerahi Kalpataru 2023 Dari Menteri LKH

Sebarkan artikel ini
Petronela Meraudje Penerima Kalpataru Kategori Pembina Lingkungan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan

BeritaPapua.co, Jayapura — Petronela Meraudje dianugerahi Kalpataru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LKH) RI setelah selama 10 tahun menjaga hutan mangrove atau hutan perempuan serta melestarikannya dari pencemaran sampah dan limbah di Teluk Youtefa, Kota Jayapura.

Penghargaan tersebut diberikan oleh Menteri LHK, Siti Nurbaya kepada perempuan kampung Enggros itu bertepatan dengan hari Lingkungan Hidup Sedunia di Jakarta pada 5 Juni 2023 lalu.

Berdasarkan penilaian dewan Kalpataru, Petronela berhak mendapatkan penghargaan kategori pembina lingkungan tersebut setelah terpilih menyisihkan 368 peserta dari seluruh Indonesia.

Setelah tiba di Jayapura pada Sabtu pagi (10/6), Petronela Meraudje diarak dari kabupaten Jayapura hingga ke pantai Cibery di Kota Jayapura disambut oleh Pemerintah Provinsi Papua.

Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua, Yan Yap Ormuseray mengatakan penghargaan yang diberikan oleh Menteri semata karena penilaian terhadap Petronela 10 tahun belakangan telah berhasil menjaga dan melestarikan hutan mangrove.

“Tetapi Kalpataru diberikan sebagai penghargaan karena inisiatif pribadi dari mama Petronela ini sebagai salah satu perempuan adat di Kampung Enggros yang sudah lebih dari 10 tahun kesehariannya itu hidup di hutan Mangrove,” ungkapnya.

Bahkan kata Yan, selain menjaga lingkungan Petronela juga memanfaatkan potensi alam di hutan mangrove untuk kebutuhan sehari-hari.

“Dia beraktivitas didalam hutan mangrove memanfaatkan potensi alam yang ada di hutan mangrove itu untuk kebutuhan keluarganya, dia ambil kepiting, bia, udang, ikan, kayu-kayu kering untuk kebutuhan keluarga,” ujarnya.

Selain itu, Yan Ormuseray menjelaskan Petronela juga turut dibantu oleh komunitas pencinta lingkungan di kota Jayapura.

“Jadi selain kelompoknya ada di kampung Enggros tetapi juga teman-teman dari rumah bakau Jayapura ini juga ikut menginspirasi sehingga mama Petronela tidak sendiri tetapi ada juga teman yang kerjanya sama dengan dia,” ucapnya.

Dia berharap akan lahir Petronela-petronela yang lainnya di kampung Enggros di Teluk Youtefa bahkan di Papua untuk menjaga lingkungan tetap bisa terpelihara dengan baik.

Sementara itu Petronela Meraudje mengatakan, ketika menerima penghargaan tersebut bukan hanya menjadi motivasi bagi dirinya sendiri melainkan buat semua kaum hawa yang ada di Tanah Papua.

“Kalpataru ini menjadi motivasi saya dan saya juga menjadi motivasi buat semua perempuan yang ada di Port Numbay, Kampung Enggros bahkan yang ada di Papua dan juga seluruh masyarakat yang ada di Papua untuk sama-sama kita menjaga dan melestarikan hutan alam yang sudah Tuhan berikan buat kami,” ujarnya.

Bahkan perempuan Jayapura itu menyebut, penghargaan tersebut bukan semata-mata kehebatannya melainkan juga bantuan dari para pemerhati lingkungan dan juga pemerintah terkait.

“Dan saya merasa bahwa yang saya dapatkan hari ini bukan kehebatan saya tetapi juga bantuan dari teman-teman pemerhati lingkungan, dinas-dinas terkait juga yang ikut menolong saya, membantu saya ikut menyuarakan bahw hutan perempuan itu ada,” bebernya.

Dia juga menyampaikan, dirinya akan bertanggungjawab semasa hidupnya untuk selalu menjaga dan melestarikan lingkungan di Teluk Youtefa.

“Jangan hanya 1 Petronela dari Teluk Youtefa saja tetapi masih ada Petronela-petronela lain yang muncul dari Papua ini dengan pekerjaan yang sama menjaga dan melestarikan lingkungan alam sekitar yang ada di Papua,” pungkasnya.

Diketahui, Penghargaan atau Kalpataru mulai dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sejak tahun 1980 sampai dengan 5 Juni 2023 Kementerian sudah mengeluarkan 412 Kalpataru.

(Renaldo Tulak)