Olahraga

Papua Jadi Provinsi Olahraga Sebanding Dengan Prestasi di PON dan Peparnas

72
×

Papua Jadi Provinsi Olahraga Sebanding Dengan Prestasi di PON dan Peparnas

Sebarkan artikel ini
Foto bersama usai Launching Papua menuju provinsi Olahraga

BeritaPapua.co, Jakarta — Gagasan Papua sebagai Provinsi olahraga mengemuka sejalan dengan prestasi yang dicapai Provinsi Papua pada PON XX dan PEPARNAS XVI tahun 2021 lalu.

Sederet prestasi yang dicapai dari persiapan panjang dan tekad yang kuat untuk menunjukkan bahwa Papua mampu mencapai prestasi yang tinggi dalam event olahraga terbesar di Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Papua dalam sambutan yang dibacakan oleh Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Papua, Alexander Kapisa pada acara “Launching dan Diskusi Strategis Kolaborasi Papua Menuju Provinsi Olahraga” yang diselenggarakan di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (20/5/22).

Kata Alexander, dorongan untuk Papua menjadi Provinsi Olahraga karena tersedianya sarana dan prasarana olahraga di Papua usai pelaksanaan PON dan Peparnas

“Saat ini terdapat 28 venue olahraga yang berstandar internasional atau telah disertifikasi secara internasional oleh masing-masing federasi cabang olahraga dengan total nilai asset sebesar Rp. 5 Triliun,” ujarnya.

Sebab untuk mendukung Papua menjadi Provinsi Olahraga, Kapisa mengungkap bahwa hal tersebut sudah  melalui kajian akademis.

“Kami juga sudah bekerjasama dengan Universitas Cendrawasih, pada Fakultas Ilmu Olahraga, untuk melakukan kajian berkaitan layak tidaknya Papua menjadi Provinsi Olahraga di Indonesia,” ungkapnya.

“Jika dilihat dari karakteristik budaya, Papua yang terdiri dari 29 Kabupaten/kota dan 466 etnis, penyebarannya secara ekologis-geografis berbeda antara pesisir pantai, lembah, danau, perbukitan dan kepulauan. Dari keberagaman inilah muncul berbagai corak, bentuk dan karakteristik manusia dengan ciri khas masing-masing. Tinggi badan penduduk pesisir dan pantai seperti Merauke misalnya, rata-rata mempunyai tinggi di atas 167 cm lebih tinggi dibandingkan penduduk lembah dan pegunungan yang rata-rata mempunyai tinggi 149 cm. Dari postur tubuh ini dapat diarahkan untuk cabang olahraga tertentu seperti basket dan bola volley,” sambungnya.

Dia berharap agar seluruh stakeholder olahraga dapat memahami pentingnya Papua ditetapkan sebagai provinsi olahraga.

“Tentunya kerjasama Pemerintah, KONI, KOI dan seluruh stakeholder olahraga nasional sangat kami harapkan sehingga kita mempunyai komitmen yang sama membangun olahraga Indonesia dari dimana matahari terbit pertama kali di bumi pertiwi ini,” tutupnya.

Launching Papua menuju Provinsi Olahraga ditandai dengan melakukan penabuhan tifa bersama oleh Plt. Kadispora Papua, Deputi IV Kemenpora, Staf Ahli Menteri PPN/Bappenas Bidang Produk Unggulan dan Infrastruktur, Wakil Ketua Komisi V DPRP, Wakil Sekjen KONI, Tim Universitas Cendrawasih.

Dihadiri pejabat kementerian/Lembaga di tingkat Pusat seperti Deputi IV Kemenpora, Staf Ahli Menteri PPN/Kepala Bappenas Bidang Produk Unggulan dan Infrastruktur, Wakil Ketua Komisi V DPRP, Kantor Sekretariat Presiden, Kantor Sekretaris Kabinet, KONI dan mantan atlit berprestasi Papua.

(RH)